"Essential oil dapat digunakan baik diminum maupun dihirup, tergantung kebutuhan penggunannya dan tujuan penggunaannya," terang spesialis kecantikan dan medical aromatherapyst, dr Rachmi Primadiati, DHerbMed, DArom, CIDESCO,CIBTAC kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (13/10/2014).
Menurut dr Rachmi, essential oil dihirup jika tujuan penggunaan dimaksudkan untuk memengaruhi pikiran atau jiwa. Sedangkan essential oil diminum jika tujuannya untuk mengatasi masalah di saluran pencernaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain aman untuk diminum penggunaan essential oil dapat dikombinasikan dengan menggunakan alat difusser, steamer ataupun dibakar sehingga aroma yang dihasilkan dari essential oil akan keluar secara maksimal. Essential oil yang digunakan dengan cara steamer cukup menyiapkan air panas yang tidak dalam keadaan mendidih sebanyak 2 gelas, kemudian tuangkan kedalam baskom dan ditambahkan 2-3 tetes minyak esensial. Setelah itu uap yang keluar dapat dihirup langsung. Lakukan proses steamer ini selama 10 hingga 15 menit.
Sedangkan yang diminum, biasanya sudah dikemas dalam bentuk kapsul seperti minyak ikan.
"Kalau untuk bagian luar bisa dioles ke kulit, bisa digosok langsung pada yang sakit kayak radang sendi, asam urat. Untuk keputihan atau wasir pun bisa. Bisa juga dikompres. Buat kecantikan bisa juga dicampur dengan krim untuk perawatan kecantikan. Bisa juga untuk berendam ataupun dimasukan langsung ke anus. Atau juga bisa untuk pewangi ruangan," papar dr Rachmi.
(vit/rsm)











































