Ted Lawson, merasa karya yang dihasilkannya akhir-akhir ini biasa saja. Ia pun memutuskan untuk mencoba menggambar menggunakan mesin penggilingan yang dikendalikan oleh komputer, atau biasa disebut sebagai Computer Numerical Control (CNC) Milling Machine. Merasa puas, tiba-tiba ide untuk menggunakan darah sebagai pengganti tinta muncul di otaknya.
"Aku mencoba menggambar dengan mesin penggilingan, dengan mengganti ujungnya dengan kuas yang berisi tinta. Dan ternyata hasilnya sangat menakjubkan. Tiba-tiba saja aku berpikir, 'mengapa tidak menggunakan darahku saja sebagai pengganti tinta?'," tutur Lawson, dikutip dari CNN, Senin (13/10/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, ia hanya menunggu lukisan tersebut selesai sembari mencoba tidak bergerak agar selang yang menyedot darahnya tak terganggu. Dikatakan Lawson, ia pun beberapa trik yang menurutnya mempermudah proses pengeluaran darah dari tubuhnya.
"Aku banyak minum air agar darah tidak terlalu kental. Selain itu, makan makanan yang mengandung banyak lemak dan kalori seperti cheeseburger membantu peredaran darah lebih lancar," tuturnya.
Dikatakan Lawson bahwa sebenarnya jumlah darah yang dibutuhkan untuk mencetak foto ini tak sebanyak yang dipikirkan orang-orang. Darah yang dibutuhkan hanya kurang lebih 150 cc lebih sedikit daripada yang dibutuhkan untuk satu kantong ketika melakukan donor darah yakni 250 cc.
Proses pencetakan foro ini sendiri memakan waktu lebih dari tiga jam. Rencananya, Lawson akan memamerkan karyanya pada pameran The Map Is Not The Territory, salah satu pameran bergengsi di kota New York.
"Darah hanyalah sebuah medium. Ketika Anda fokus untuk melakukan sesuatu, darah yang keluar dari tubuh bukan lagi bagian dari Anda dan hanya merupakan sebuah tinta," pungkasnya.
(mrs/vit)











































