Terinspirasi Kegagahan Mahathir Mohamad, Dahlan Iskan Ikuti Terapi Stem Cell

Terinspirasi Kegagahan Mahathir Mohamad, Dahlan Iskan Ikuti Terapi Stem Cell

- detikHealth
Senin, 13 Okt 2014 17:35 WIB
Terinspirasi Kegagahan Mahathir Mohamad, Dahlan Iskan Ikuti Terapi Stem Cell
Dahlan Iskan (Foto: detikFinance)
Jakarta - Beberapa tahun yang lalu, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad harus dipapah saat berjalan. Namun kini menurut Menteri BUMN, Dahlan Iskan, penampilan Mahathir sudah berbeda. Mahathir bahkan terlihat gagah perkasa. Penampilan Mahathir pun menginspirasi Dahlan untuk menjalani terapi stem cell.

"Saat ke sini walaupun masih sepuh Pak Mahathir masih gagah perkasa padahal 5 tahun lalu berjalan saja harus dipapah. Saya tanya ternyata beliau lakukan salah satu terapi stem cell, saya tanya apa bisa dilakukan di sini. Kata dokternya bisa ya sudah saya coba," kisah Dahlan saat menandatangani MoU pengembangan stem Cell di gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta, Senin (13/10/2014).

"Akhirnya jadilah saya coba, gagal nggak apa-apa. Kenapa saya mau? Karena saya sudah memproklamasikan saya rela diri saya ini dijadikan 'percobaan' untuk apapun demi kemajuan ilmu pengetahuan. Toh delapan tahun lalu saya hampir divonis meninggal dunia," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dahlan, terapi stem cell dijalaninya di Surabaya. Dahlan menyebut stem cell untuk implan gigi yang dilakukannya membuahkan hasil. Dokter di sana mengatakan tulang rahangnya sudah naik dan berada di posisi normal.

Hal ini menurut Dahlan sulit terjadi jika tidak dibantu dengan terapi stem cell. Oleh karena itu, Dahlan sangat mendukung pengembangan stem cell di Indonesia. Apalagi menurutnya, kemampuan ilmuwan di Indonesia tidak kalah dengan mereka-mereka yang ada di luar negeri.

Ia menambahkan, dengan pengawalan dari lembaga pemerintahan yakni BPOM, diharapkan peneliti bisa memproses tiap tahapan ujian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Jadi dari awal penelitian itu sudah sinkron antara pemerintah dengan peneliti. Dengan adanya pengawalan diharapkan pengembangan dan pemanfaatan stem cell di dalam negeri bisa lebih maju," kata Dahlan.


(rdn/vit)

Berita Terkait