Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, sekitar 98,1% penduduk di DKI Jakarta sudah menyikat gigi dua kali sehari, tetapi sayangnya hanya 3,5% yang berperilaku benar dalam menyikat gigi.
"Memang kalau dilihat dari Riskesdas, Jakarta itu paling tinggi tingkat kesadaran sikat gigi 2 kali seharinya. Tapi waktunya kurang tepat. Banyak yang berpikir waktu yang tepat itu saat mandi. Padahal seharusnya sekali sesudah makan pagi dan sebelum tidur," ungkap Dekan FKG UI, Dr drg Yosi Kusuma Eriwati, MSi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyikat gigi yang benar menurut drg Yosi tak melulu mengenai frekuensinya yang sering, tapi lebih kepada teknik menyikat dan waktunya. Menurut drg Yosi, penting untuk mengubah kebiasaan menyikat gigi menjadi pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
"Pokoknya sehabis makan, yang penting itu sisa makanan harus hilang dengan cara menyikat gigi. Jeda waktu antara makan pagi dan makan siang kan cukup lama, nah itu kalau ada sisa makanan bisa memungkinkan terjadi aktivitas bakteri lebih banyak," imbuhnya. Lantas sebaiknya kapan seseorang boleh langsung sikat gigi setelah makan?
"Secepat mungkin, jangan ditunggu-tunggu. Paling tidak kumur-kumur agar makanan yang tersisa bisa hilang. Tak perlu dengan obat kumur, dengan air saja cukup. Yang penting, kumur-kumurnya harus betul, benar-benar dikocok supaya sisa-sisa makanannya lepas, jangan asal," tegas drg Yosi.
(ajg/up)











































