Belum sampai ke Indonesia, Google Glass ternyata sudah bikin seorang pria asal AS mengalami kecanduan. Para pakar pun sepakat ini adalah yang pertama di dunia.
Baru-baru ini sekelompok peneliti dari AS mengatakan mereka berhasil mengobati seorang pria yang mengalami gangguan kecanduan tidak biasa, yakni kecanduan memakai Google Glass.
Awalnya pada bulan September 2013, pria yang berprofesi sebagai staf angkatan laut Amerika itu mendatangi klinik Substance Abuse and Recovery Programme (Sarp) yang ada di satuannya. Ia ingin mendapatkan pengobatan karena kecanduan alkohol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, pria yang dirahasiakan namanya tersebut mengeluh jadi mudah tersinggung bila sehari saja ia tak memakai perangkat canggih itu. Padahal ia baru membeli Google Glass tersebut dua bulan lalu. Ia juga mengalami gangguan daya ingat.
Lebih aneh lagi karena dalam mimpi pun pria ini mengaku memakai kacamata tersebut. Gangguan kesehatan lain yang ditemukan pada pasien ini adalah gejala depresi, ansietas atau kecemasan serta gangguan kompulsif obsesif.
Akan tetapi semuanya menjadi jelas saat pria yang dilaporkan berumur 31 tahun itu mengaku menggunakan Google Glass selama 18 jam sehari. Ia hanya melepasnya saat tidur dan mandi.
Menanggapi kondisi pasien langka ini, tim dokter kemudian memintanya menjauhi perangkat tersebut berikut berbagai peralatan elektronik lainnya selama 35 hari. Ia juga disarankan untuk menjauhi pemicu kecanduan alkoholnya seperti alkohol, obat-obatan dan rokok.
Beruntung setelah 'puasa' memakai Google Glass selama 35 hari, pria ini tak lagi mudah tersinggung seperti sebelumnya. Ia juga tak lagi refleks mengetuk-ngetuk pelipisnya dan ingatan jangka pendeknya pun membaik.
Yang tak kalah menggembirakan, ketika dokter menyatakan ia sembuh dari kecanduan Google Glass, kecanduan alkoholnya pun juga ikut pulih.
"Mungkin orang-orang butuh waktu untuk menyadari bahwa kecanduan semacam ini memang benar-benar ada," tutur Dr Andrew Doan, salah satu tim dokter yang ikut menangani pria pecandu Google Glass tersebut, seperti dikutip dari Mirror, Kamis (16/10/2014).
Sebagian besar pakar psikiatri tidak mengakui kecanduan internet sebagai kecanduan yang sebenarnya. Kebanyakan dari mereka percaya gejala kecanduan internet merupakan gejala dari gangguan mental lainnya. Terbukti gangguan ini belum dicantumkan dalam 'kitab' Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 2013. (lil/vta)











































