Rawan Terluka, Pramuka Pelajar Ikuti Edukasi P3K

Rawan Terluka, Pramuka Pelajar Ikuti Edukasi P3K

- detikHealth
Kamis, 16 Okt 2014 14:44 WIB
Rawan Terluka, Pramuka Pelajar Ikuti Edukasi P3K
Foto: Feri/detikHealth
Malang, Jawa Timur - Pramuka yang biasanya diikuti siswa-siswi sekolah kerap melakukan aneka kegiatan yang mengedepankan fisik. Misalnya saja kegiatan mencari jejak, api unggun, maupun kegiatan sosial. Kegiatan-kegiatan itu membuat anggota pramuka rawan terluka. Karena itu eduksi pemberian pertolongan pada kecelakaan (P3K) pun dilakukan.

Adalah para pramuka pelajar di Malang, Jawa Timur, yang mendapat edukasi ini. 25 Perwakilan pramuka pelajar Malang mengikuti kegiatan yang digelar oleh PT Beiersdorf Indonesia selaku perusahaan yang membuat produk plester perawatan luka di pabrik PT Beiersdorf, Jl Randuagung, Singosari, Malang.

"Pramuka adalah suatu kegiatan di mana anak-anak melakukan aktivitas di luar sehingga mereka membutuhkan suatu bekal tersendiri terutama pertolongan pertama pada kecelakaan-kecelakaan kecil," kata Anda Sulisyono selaku direktur produksi perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter perusahaan PT Beiersdorf, dr Jaka Suganda mengatakan bahwa luka adalah sesuatu yang tidak dapat diprediksi. Semakin tinggi aktivitas maka semakin besar pula risiko mengalami luka sehingga pengetahuan mengenai pertolongan pertama cukup penting.

"Tubuh sebenarnya punya kemampuan untuk menyembuhkan luka. Tapi kita butuh bantuan dari luar untuk menjaga sterilitasnya. Nah dengan pertolongan pertama itu kita bisa merasa tenang karena luka telah ditangani dengan baik," kata dr Jaka.

Selain luka ringan, pelajar pramuka yang berasal dari sekolah dasar (SD) Randuagung 2 tersebut dibekali berbagai ilmu pertolongan pertama. Mulai dari tindakan luka bakar, pertolongan korban tersengat, dan kecelakaan.

Tidak tanggung-tanggung. Para pramuka muda ini bahkan mengikuti demonstrasi pijat jantung yang dikatakan oleh tim pertolongan pertama merupakan tindakan yang melelahkan. "Ini melelahkan karena dilakukan 30 kali tekan dengan satu tiupan. Tangan mesti lurus tepat di depan jantung," kata salah satu anggota tim, Nurul Afifah.

Dengan acara sosialisasi ini diharapkan masyarakat mulai dari anak-anak akan menyadari pentingnya ketersediaan kotak P3K. Saat terjadi kecelakaan, keselamatan jiwa seseorang akan sangat ditentukan dari cepatnya tindakan medis yang dilakukan.

Ke depannya pihak perusahaan mengatakan akan mengembangkan sosialisasi ke sekolah-sekolah lainnya. Tidak tertutup juga kemungkinan untuk memberikan sosialisasi kepada ibu rumah tangga.

(vit/vit)

Berita Terkait