Melihat peluang emas ini, beberapa mahasiswa di Tiongkok mencoba menawarkan jasa untuk menjadi teman joging bagi para pekerja kantoran ini. Jangan salah, mereka profesional lho. Pekerjaan mereka murni hanya untuk menemani si pekerja ketika tengah joging atau lari.
Tak main-main, surat kabar Global Times, Tiongkok melaporkan penghasilan mereka bisa mencapai lebih dari 3.000 yuan perbulan atau 490 dollar AS (sekitar Rp 5.9 juta) hanya dengan berprofesi sebagai partner joging paruh waktu ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemuda berumur 24 tahun itu menawarkan jasanya dengan memasang iklan di situs belanja populer di Tiongkok, Taobao. Dalam iklan tersebut ia menuliskan, ia bersedia menemani para pekerja ini berolahraga mulai dari jam 7-12 malam di hari kerja dan sepanjang akhir pekan.
Chen juga mengatakan dalam iklannya bahwa ia meminta bayaran 10 yuan (Rp 19.700) untuk perjamnya. Ini sudah termasuk 'bayaran' untuk menjadi teman ngobrol mereka selama berolahraga.
Namun Chen mengklaim ia mematok harga lima yuan lebih murah dari penyedia jasa partner jogging lainnya. Selain itu, klien Chen tak terbatas pada pekerja kantoran. Ia tak menolak bila pemakai jasanya adalah sesama mahasiswa atau pekerja di bidang lain yang butuh motivasi dan teman ketika berolahraga.
"Dengan mematok harga lebih murah, saya berharap mendapatkan lebih banyak klien," katanya seperti dikutip dari BBC, Senin (20/10/2014).
Uniknya, selain alasan motivasi, ada beberapa klien Chen yang menyewanya untuk alasan keamanan ketika mereka berlari atau berolahraga di malam hari. "Biasanya kami bertukar identitas terlebih dulu sebelum lari, dan saya selalu mengajak mereka berolahraga di ruang terbuka atau tempat-tempat umum," tutupnya.
Mencari teman memang merupakan satu aspek penting demi mempertahankan motivasi seseorang untuk berolahraga. Menurut Reza Puspo, founder Indo Runners, sulit mempertahankan niat berlari atau berolahraga bila tanpa ada teman.
"Teman yang juga memiliki niat sama bisa menjadi pengingat jika sewaktu-waktu Anda enggan berlari karena malas," tuturnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
(lil/up)











































