Nah, baru-baru ini peneliti dari Sapienza University di Roma, Italia, melakukan penelitian untuk melihat pengaruh viagra pada jantung. Teorinya, efek viagra yang dapat melancarkan peredaran darah menuju penis seharusnya juga dapat dilakukan di jantung untuk mengobati beberapa gangguan kardiovaskular.
Bahan utama viagra sendiri adalah zat yang bernama phosphodiesterase-5 inhibitor (PDE5i). Pada studi ini, para peneliti menganalisis 1.600 pasien yang memiliki penyakit jantung dan mendapatkan pengobatan yang PDE5i.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan PDE5i pada beberapa pasien penyakit jantung memang sudah lazim dilakukan. Hanya saja dosisnya lebih kecil dari kandungan yang terdapat di dalam viagra.
Pada pasien dengan gangguan ventricular hypertrophy, PDE5i digunakan untuk menghentikan pembesaran pembuluh darah. Dengan begitu, jantung tidak akan terbebani dan akhirnya menebal atau berubah bentuk.
Sementara itu pada pasien pulmonary hypertension, Revatio, merek dagang viagra khusus obat jantung, digunakan untuk membuat pembuluh darah lebih kencang sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
Tak hanya sebagai obat jantung, penelitian sebelumnya mengatakan bahwa viagra banyak dipilih orang sebagai obat untuk mengatasi jetlag akibat penerbangan lintas benua.
Berdasarkan survei yang digelar situs pencarian perjalanan global Skyscanner pada 1.000 wisatawan Singapura, ternyata satu dari 10 orang mengaku mencoba viagra untuk mengatasi jetlag. Sayang responden tidak menjelaskan lebih lanjut mengapa memilih viagra untuk mengusir jetlag.
(mrs/vit)










































