Kamis, 23 Okt 2014 16:15 WIB

Ini Sebabnya dr Lula Kamal Tak Bisa Sembarangan Donorkan Darah

- detikHealth
dr Lula Kamal (Foto: Dika/detikHealth)
Jakarta - Sebagai seorang dokter, Lula Kamal tentunya tahu pentingnya kegiatan donor darah dan manfaatnya untuk manusia. Hanya saja, ia ternyata tak bisa sembarangan ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Lho, kenapa?

Dalam kegiatan donor darah yang berlangsung di Pre Function The Hall, Senayan City, tersebut dokter cantik rupanya memiliki keinginan untuk donor darah. Namun ia mengurungkan diri karena golongan darahnya memiliki rhesus minus atau negatif yang termasuk langka. Sehingga akan sayang bila didonorkan namun tidak digunakan dalam waktu cepat.

"Aku nggak bisa donor soalnya rhesusku minus, jadi kalau mau donor nanti orang PMInya yang telpon aku buat langsung didonorin ke orang lain, soalnya kalau nggak gitu, darahku keburu rusak kalau sampai 3 bulan nggak dipakai. Istilahnya kedaluarsa," tuturnya ketika ditemui di Senayan City, Senayan, Jakarta Selatan dan ditulis Kamis (23/10/2014).

Seperti diketahui, orang yang memiliki rhesus negatif termasuk langka di Indonesia. Saat ditanya bila suatu saat ia membutuhkan darah untuk donor, dr Lula mengatakan dirinya tidak cemas dan panik. Sebabnya iasudah menyiapkan orang terutama di keluarganya yang kebetulan memiliki rhesus sama.

"Kebetulan di keluarga aku ada 8 orang yang sama rhesusnya kaya aku, misal kalau ada yang butuh atau keluarga ada yang mau melahirkan. Mereka semua udah dihubungi dulu buat nggak keluar kota. Jadi pas ada yang kurang bisa kita donorin," sambungnya lagi.

Selain menjalani profesi sebagai dokter, publik figur dan seorang ibu, dr Lula Kamal juga diketahui aktif di berbagai macam kegiatan sosial, terutama di bidang kesehatan masyarakat. Menjadi duta untuk kampanye peduli anak autis adalah salah satunya.

"Sebenarnya aku masih baru di sini, aku dijadiin duta MPATI baru 3 tahun belakangan, bukan karena anak saya autis tapi anak-anak seperti ini membutuhkan penanganan yang lebih dibanding anak-anak biasa kan," tuturnya lagi.

Lalu, apakah dengan aktif di kegiatan sosial dan menjadi duta tak membuatnya repot? Dikatakan dr Lula bahwa asal bisa mengatur waktu dengan tepat, seluruh tanggung jawab yang diembannya pasti dapat terpenuhi.

"Kegiatan seperti ini (Duta MPATI) gak akan menyita banyak waktu kok. Tugas utama kan tetap jadi dokter, kalau di rumah tetap jadi ibu, tadi juga habis ada talkshow di salah satu TV terus langsung kesini. Yang penting kan bisa ngatur waktunya," ujar dr Lula

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 sampai 15.00 WIB ini ditangani langsung oleh PMI DKI Jakarta. Sehingga kegiatan donor berjalan dengan lancar. Dalam acara ini juga hadir Ketua PMI DKI Jakarta Rini Sutiyoso serta perwakilan dari Yayasan MPATI, Dunya Mugijanto.

(vit/vit)