Pengacara pasien, Douglas Johnson, mengatakan kejadian bermula pada tahun 2012 saat kliennya mencoba bunuh diri dengan menancapkan pensil ke kedua matanya. Ia dilarikan kerumah sakit USC Medical Center di mana perawat dirumah sakit tersebut mengambil foto dengan kondisi pensil yang masih menempel di bola mata.
Foto tersebut kemudian dibagikan kepada orang sekitar yang pada akhirnya sampai ke tangan Joshua Shivers. Shivers kemudian menggunakan komputer ibunya untuk menaruh foto pasien di sebuah situs. Di Situs tersebut foto menjadi populer dengan catatan sudah dilihat lebih dari 192.000 kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Douglas mengatakan sebelum melayangkan tuntutan, pihaknya telah meminta pihak pengelola rumah sakit untuk menghilangkan foto tersebut dari internet menggunakan hak cipta.
Surat tuntutan juga menyertakan nama Joshua Shivers dan ibunya, Linda, sebagai pihak yang dituntut.
Tuntutan meminta pihak terkait untuk mengganti rugi karena telah menyebabkan tekanan emosi kepada pasien wanita yang kini dilaporkan buta permanen.
(vit/vit)











































