Wow! Ilmuwan Ini Sebut Pikun Dapat Dicegah dengan Cokelat

Wow! Ilmuwan Ini Sebut Pikun Dapat Dicegah dengan Cokelat

- detikHealth
Selasa, 28 Okt 2014 07:01 WIB
Wow! Ilmuwan Ini Sebut Pikun Dapat Dicegah dengan Cokelat
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Selain enak dan lezat, cokelat dipercaya mampu untuk mengembalikan mood seseorang. Tetapi tahukah Anda bahwa cokelat dapat membantu para lansia untuk meningkatkan kekuatan memori?

Menjadi tua adalah takdir yang tidak bisa dihindari begitu pula dengan kepikunan. Ketika sudah berumur akan sangat wajar bila seseorang sering mengalami kepikunan. Hal ini disebabkan oleh menurunnya fungsi otak pada bagian dentate gyrus, bagian yang terletak di hippocampus dan berfungsi untuk menyimpan memori atau kenangan baru.

Pada usia di atas 65 tahun, 40 persen kemampuan memori pada otak lansia akan semakin menurun. Sehingga menyebabkan para lansia mudah sekali untuk mengalami kepikunan. Bila dibiarkan begitu saja kepikunan yang dialami lansia akan berisiko menyebabkan hal yang lebih serius seperti dementia dan alzheimer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Columbia University Medical Center dan Mars Inc, perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan, mengatakan bahwa kandungan flavanol alami dalam kakao (buah coklat) mampu untuk mengembalikan penurunan daya ingat para lansia.

Para peneliti menemukan bahwa hilangnya memori yang diakibatkan karena penuaan dapat diminimalisir dengan mengonsumsi coklat yang kaya akan flavanol. Sang peneliti, Scott A Little dan timnya mengatakan bahwa flavanol merupakan senyawa bioaktif yang ditemukan secara alami pada buah-buahan dan sayuran yang bermanfaat untuk menjaga fungsi otak.

Untuk mengetahui manfaat lebih lanjut terhadap kandungan falvanol pada coklat, Mars Inc memproduksi minuman coklat flavanol untuk tujuan penelitian. Para partisipan berjumlah 30 orang dan terdiri dari lansia berusia 50-69 tahun.

Para partisipan diberi konsumsi coklat selama masa penelitian dengan dosis 900 miligram dan 10 miligram. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa partisipan yang mengonsumsi coklat flavanol lebih tinggi akan menampilkan foto scan otak yang lebih baik dari pada mereka yang mengonsumsi minuman cokelat yang rendah flavanol.

"Ketika kami mengambil foto scan pada subjek penelitian kami, kami menemukan perbaikan yang nyata terhadap fungsi dari dentate gyrus pada mereka yang mengkonsumsi cokelat-flavanol dalam dosis yang lebih tinggi," ujar Adam M. Brickman PhD salah satu peneliti yang tergabung dalam Associate Professor of Neuropsychology di the Taub Institute, dikutip dari Medical Daily, Selasa (28/10/2014).

Tetapi Adam memperingatkan bahwa bukan berarti cokelat dapat dikonsumsi sembaranngan. Tiap orang belum tentu mendapatkan hasil yang sama dari manfaat flavanol tersebut. Ia lebih menyarankan dengan melakukan aktivitas seperti berolahraga agar dapat meminimalisir kepikunan.



(up/up)

Berita Terkait