Kamis, 30 Okt 2014 10:00 WIB

Asal Masih Stadium Awal, Kanker Usus Besar Bisa Diatasi dengan Operasi

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kemoterapi umumnya digunakan sebagai terapi pengobatan kanker. Khususnya pada kanker kolorektal atau usus besar yang umumnya ditandai dengan adanya perdarahan pada tinja, apakah pengobatannya harus melalu kemoterapi?

"Tergantung stadiumnya, kalau dini bisa hanya dengan dioperasi ahli bedah, dioperasi sampai 'bersih' dan diangkat kelenjar getah bening untuk memeriksa secara patologis ujung-ujung usus sudah bersih dan apakah kelenjar getah beningnya sudah kena," tutur Prof Dr dr Abdul Muthalib, SpPD-KHOM.

Senada dengan Prof Ali, dikatakan Prof Dr dr Arry Haryanto Reksodiputro, SpPD-KHOM, pada stadium 1, kanker baru terdapat di permukaan sel lendir usu besar sehingga penanganannya cukup dioperasi saja. Sedangkan, pada stadium 2 kanker sudah masuk melewati otot. Pengobatannya harus dengan operasi dan kemoterapi.

"Kalau stadium 3 itu sudah sampai kena ke kelenjar getah bening maka perlu dioperasi dan kemoterapi. Pada stadium 4 juga butuh kemo dan operasi karena umumnya sudah menjalar ke organ lain seperti hati paru, otak, dan kelenjar getah bening," tutur Prof Arry.

Hal itu ia sampaikan di sela-sela Peluncuran Regorafenib 'Harapan Baru dalam pengobatan Kanker Kolorektal Stadium Lanjut' di Intercontinental Hotel, Jakarta, seperti ditulis pada Kamis (30/10/2014).

Prof Arry menambahkan, kanker usus besar diibaratkan 'hidupnya' lama sehingga harus dilakukan terapi berulang-ulang, dan rentan kambuh sehingga banyak jenis kemoterapi yang dilakukan.

Maka dari itu, perlu ditangani oleh Ahli Penyakit Dalam.Jika tumor terdapat di usus descendence maka bagian usus kirilah yang diangkat, jika tumor ada pada transverse maka bagian tengah yang diangkat dan bagian kanan usus besar yang diangkat jika tumor ada di sigmoid (usus besar sebelum rektum).

Untuk mendeteksi kanker usus besar, dokter akan melihat riwayat pasien seperti gizi, anemua, kadar hemoglobin pada saluran cerna, kemudian adanya pembesaran pada kelenjar limfe atau daerah perut.

Lalu, ditunjang pula dengan pemeriksaan laboratorium seperti darah lengkap, tumor marker melalui CEA (carcinomaembryonic AntiGen), liver enzym yang berubah, tes tinja darah samar, kolonoskopi, colok dubur, serta USG perut.

"Pengobatan kanker kolon ada 5 lini. Selain kemoterapi, kita juga bisa gunakan terapi target yaitu obat atau substansi yang bisa menghambat pertumbuhan dan penyebaran kanker dengan menghambat molekul spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan tumor. Maka dari itu, deteksi dini juga penting agar kanker usus besar cepat ditindaklanjuti," tutur dr Ali.

(rdn/up)