Dr Paul Langton, seorang dokter jantung dari Perth, Australia Barat, kini tengah menghadapi hukuman pencabutan izin praktik yang diberikan oleh Dewan Medis Australia Barat setelah dirinya terbukti melakukan tindakan yang tidak profesional. Ia terbukti memacari pasiennya yang masih remaja dan memberikan resep morfin secara sembarangan.
Dr Langton yang telah berpraktik selama 12 tahun di Hollywood Private Hospital dicabut izin praktiknya selama 18 bulan ke depan terhitung tanggal 21 November. Ia juga didenda sekitar Rp 360 juta atas perbuatannya tersebut.
Dari laporan investigasi, diketahui Dr Langton menjalin hubungan dengan pasiennya yang saat itu berusia antara 18 sampai 19 tahun pada September 2010 sampai Agustus 2011. Pada masa itu Dr Langton memberikan kekasihnya suntikan morfin untuk mengobati sakit punggung kronis dan memberikannya resep morfin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menyadari diri saya pada saat itu berada dalam keadaan seperti berada di lereng yang licin dan melakukan sesuatu yang salah," kata Langton seperti dikutip dari ABC Australia, Kamis (30/10/2014).
Menurut laporan pengadilan, Dr Langton mengaku dirinya sedang depresi pada saat itu dan melakukan hal yang tidak profesional. Ia mengatakan dirinya akan bertanggung jawab terhadap tindakannya dan tidak akan menyalahkan kekasihnya.
Kepada ABC, Dr Langton mengaku kasus ini terbuka setelah ia menyerahkan dirinya sendiri. Ia mengatakan menyesali perbuatannya dan akan mengikuti sesi terapi dengan psikolog sebelum ia bisa berpraktik lagi.
(up/up)










































