Buta Warna Parsial Bisa Diatasi Lensa Kontak Ciptaan Peneliti Asal Pontianak

ADVERTISEMENT

Penemuan Peneliti Muda

Buta Warna Parsial Bisa Diatasi Lensa Kontak Ciptaan Peneliti Asal Pontianak

- detikHealth
Jumat, 31 Okt 2014 15:07 WIB
Foto: Reza/detikHealth
Jakarta - Sulit membedakan warna merah dan hijau membuat pengidap buta warna parsial tentunya memiliki hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, dua remaja asal Pontianak, Kalimantan Barat memiliki solusinya.

Syarif Muhammad Nur Taufiq dan Nurul Annisa dari SMA Negeri 4 Pontianak menemukan solusi agar pengidap buta warna parsial, terutama remaja, dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti sekolah atau kuliah tanpa hambatan. Dengan modal ekstrak tanaman Secang (Caesalpinia Sappan L) mereka membuat lensa kontak khusus bagi pengidap buta warna parsial.

"Buta warna parsial kan biasanya sulit melihat warna merah dan hijau. Solusinya juga dengan kacamata khusus tapi kacamatanya besar dan kurang menarik dipakai remaja. Akhirnya saya dan rekan saya mencoba membuat lensa kontak yang khusus untuk membantu pengidap buta warna parsial," tutur Nurul Annisa kepada detikHealth di acara International Exhibition for Young Inventor (IEYI) di Gedung SMESCO, Jl Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2014).

Dilanjutkan Nisa, panggilan akrabnya, ide membuat lensak kontak untuk buta warna parsial muncul setelah ia dan teman-temannya menemukan tes Ishihara di internet. Salah seorang kawannya sulit menemukan angka yang tersembunyi dalam deretan warna dan akhirnya dipastikan mengidap buta warna parsial.

"Setelah itu baru dicari-cari solusinya. Ternyata harus menggunakan kacamata khusus dan tidak dijual di Indonesia. Akhirnya kepikiran untuk membuat lensa kontak untuk teman saya tadi," sambungnya lagi.

Nisa dan rekannya tentunya tak membuat lensa kontak dari awal. Lensa kontak yang dijual di optik diberikan ekstrak cairan Secang yang berwarna merah. Setelah itu, lensa kontak tersebut direndam dalam cairan ekstrak selama 24 jam. Setelah 24 jam, lensa kontak yang kini memiliki warna kemerahan tersebut melalui serangkaian proses sterilisasi dan dipastikan tak menimbulkan iritasi sebelum akhirnya digunakan oleh yang membutuhkan.

Proses pembuatan ekstraknya pun mudah. Kayu secang yang sudah agak tua diambil dan ditumbuk hingga halus. Setelah itu, serbuk kayu secang diblender dan disaring hingga keluar ekstraknya yang berwarna kemerahan.

Sayangnya, Nisa mengatakan bahwa efek dari pemakaian lensa kontak ini tak bertahan lama, hanya bertahan 8 jam. Sehingga penggunanya harus memastikan merendam kembali lensa kontak tersebut dalam ekstrak secang sebelum tidur untuk digunakan esok harinya.

"Harapannya ya semoga lensa kontak ini bermanfaat bagi pengidap buta warna parsial. Jadi dapat sekolah atau kuliah tanpa kekhawatiran," pungkasnya.

(mrs/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT