Ashanti diperkirakan hanya bisa hidup hingga usia 15 tahun. Tidak heran, keluarganya berupaya memenuhi semua hal yang Ashanti inginkan, tak terkecuali mengenakan wig dengan warna pink yang menyala ke sekolah. Sayang, keinginan Ashanti harus direnggut paksa karena dia diminta guru di sekolahnya untuk melepas wignya. Betapa sedih Ashanti, karena tanpa wig itu, kepalanya yang plontos akan terekspos.
Akibat peristiwa itu, gadis kecil yang bersekolah di Oakmeeds Community College tersebut tidak mau pergi ke sekolah. "Dia sangat terpukul ketika mereka mengatakan padanya untuk melepasnya. Hati kecilnya sakit. Menjijikkan. Hal ini memang jelas tapi dia memiliki hak untuk memakai warna apapun untuk rambut yang dia inginkan," ujar Phobe Smith, ibunda Ashanti, seperti dikutip dari Dailymail dan ditulis pada Jumat (31/10/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia begitu bangga dengan rambutnya karena kejadian ini sekarang ia menjadi down. Padahal ketika saya membawanya ke sekolah tiga guru di kantor mengatakan dia tampak glamor dan cantik. Mereaka memuji betapa indah wignya. Tapi begitu saya berbalik mereka mengatakan padanya untuk melepaskannya. Hal itu membuatnya sangat malu," ujar Phobe.
Ashanti yang masih kecil tubuhnya seperti nenek-nenek akibat penyakit langka, Hutchinson Gilford Progeria Syndrome (HGPS). Penyakit ini menyebabkan kondisi tubuh pengidapnya terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya. Gejala yang muncul dari HGPS adalah mulai rontoknya rambut, menurunnya berat badan, kulit yang mengeriput dan persendian terasa kaku. Selain itu penderita HGPS akan mengalami pertumbuhan tubuh yang lambat sehingga sekilas mirip kakek-kakek atau nenek-nenek.
Menurut doker yang menangani Ashanti, gadis itu tidak mampu bertahan hidup lebih dari 15 tahun. Karena sekarang usianya 11 tahun, itu artinya ia hanya memiliki waktu 4 tahun lagi untuk hidup.
Atas insiden wig tersebut, Kepala Sekolah Oakmeeds Community College, Colin Taylor, mengatakan pihak sekolah akan mencoba berbicara kembali dengan keluarga Ashanti agar Ashanti mau kembali bersekolah. Menurutnya, pihak sekolah sebenarnya tidak keberatan Ashanti mengenakan wig ke sekolah, namun disarankan untuk tidak dikenakan di dalam kelas lantaran sedang tidak dalam keadaan dingin.
"Tapi kami akan memahami jika Ashanti memerlukan topi atau wig ketika cuaca sedang tidak dingin, meskipun di dalam ruangan," kata Colin Taylor.
"Anak-anak lain yang sakit serius juga mengenakan wig, tapi dengan penampilan yang alami, bukan yang besar dan berwarna menyolok," imbuhnya.
(vit/vit)











































