Namun Alfin Harjuno Dwiputro, pemuda kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, ini menemukan manfaat lain dari tembakau. Menggunakan batang kayu dan bunganya, Alfin membuat insektisida yang dapat mengusir nyamuk-nyamuk nakal.
"Karena kampung halaman saya di Temanggung merupakan salah satu daerah yang banyak perkebunan tembakau, kayu dan bunga setelah panen itu jadi limbah. Paling dibakar atau dibiarkan saja di pinggir jalan. Saya ingin sekali memanfaatkan itu supaya nggak jadi sampah," tutur Alfin ditemui detikHealth di acara International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Gedung SMESCO, Jl Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, seperti ditulis Sabtu (1/11/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi 70 gram hasil tumbukan tadi dicampur air sebanyak 4 liter. Setelah didiamkan semalam baru ditambahkan alkohol 70 persen sebanyak 10 ml," tandasnya.
Tak berhenti di situ, Alfin pun menyusun mekanisme agar penggunanya tak perlu repot-repot menyemprotkan cairan ini. Menggunakan metode pewangi ruangan yang dimodifikasi, Alfin menghasilkan tempat cairan yang dapat otomatis menyemprot ketika nyamuk-nyamuk nakal mendekat.
Sebuah antena televisi bekas yang dilengkapi mikrofon mungil digunakan Alfin sebagaiā alat penangkap suara nyamuk. Setelah suara nyamuk terdeteksi, alat tersebut pun mengirim sinyal melalui transmitter dan diterjemahkan sebagai perintah untuk menyemprotkan cairan. Tak perlu dicolok, sumber tanaga listrik alat ini berasal dari baterai 5 volt yang bisa dibeli di minimarket atau toko terdekat.
"Jadi nyamuk itu frekuensi suaranya kan 300-500 heartz. Mikrofon ini dipasang untuk menangkap suara itu lalu mengirim impulse yang diterjemahkan sebagai perintah untuk menyemprot," urainya.











































