Sampel laboratorium pasien suspek Ebola di Kediri sudah diterima oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan. Diharapkan dalam waktu 2 hari, sudah bisa diketahui hasilnya.
"Sampel sudah masuk tadi malam, sekitar jam 21 atau jam 22. Hasilnya bisa diketahui dalam 2 kali 24 jam," kata dr HM Subuh, MPPM, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) saat dihubungi detikHealth, Minggu (2/10/2014).
Dalam rilis yang dikirimkan sebelumnya, Kepala Balitbangkes Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa sampel laboratorium sedang dalam proses pengiriman dari Bandara Juanda Surabaya. Sampel diangkut menggunakan cargo dan akan tiba di Kemenkes Sabtu (2/11/2014) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski belum tentu pasien asal Kediri tersebut positif Ebola, berbagai langkah pencegahan telah dilakukan. Di antaranya dengan melakukan asistensi ke kabupaten-kabupaten terkait Ebola, serta pemantauan terhadap keluarga yang mempunyai riwayat kontak dengan pasien.
"Bagaimanapun juga kesiapan dan kewaspadaan dari petugas kesehatan tetap harus dilakukan, yaitu contact tracing dengan lima kemungkinan langkahnya", tandas Prof Tjandra.
Seorang pasien di Kediri, berinisial GN (46) dirawat di ruang isolasi dengan dugaan infeksi Ebola. Pasien ini mengalami demam sepulang dari tempat kerjanya di Liberia, kemudian dirujuk ke RSUD Pare, Kediri dengan diagnosis Acute Febrile Illness (demam akut) dan lebih dicurigai faringitis akut.
(up/vit)











































