Ada KIS, Sosialisasi Hidup Sehat Tetap Harus Dilakukan

Ada KIS, Sosialisasi Hidup Sehat Tetap Harus Dilakukan

- detikHealth
Senin, 03 Nov 2014 13:57 WIB
Ada KIS, Sosialisasi Hidup Sehat Tetap Harus Dilakukan
Foto: Feri/detikHealth
Jakarta - Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek menghadiri peluncuran Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Bersama dengan Presiden Joko Widodo dan jajaran Kabinet lainnya, Menkes menegaskan bahwa adanya KIS bukanlah akhir dari proses penyehatan masyarakat yang dilakukan Kemenkes.

‎"Ini bukan akhir ya. Kita masih ada program lanjutan yakni memberikan pengetahuan kepada masyarakat soal hidup sehat," tutur Menkes saat ditemui di Kantor Pos Pasar Baru, Jl Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2014).

Dilanjutkan Menkes bahwa program tersebut berisikan cara-cara atau tips hidup sehat untuk mengatasi penyakit. Tujuannya, masyarakat tidak boleh lalai meskipun sudah ada KIS yang menjamin pengobatan secara gratis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi misalnya dia sakit diabetes, diberi tahu gimana caranya mengontrol gula darah, pola makan yang baik. Jadi nggak hanya program kuratif saja, promotif dan preventifnya juga," sambungnya lagi.

Salah satu bentuk program promotif dan preventi yang ditanggung oleh KIS adalah skrining kanker serviks. Meski pengobatan untuk kanker saat ini termasuk dalam jaminan yang ditanggung oleh KIS, skrining kanker serviks seperti tes IVA juga harus dilakukan.

"Jadi skrining juga ya untuk kanker serviks. IVA kan sudah ditanggung sekarang, yang perempuan-perempuan ini harus tes IVA ya," tandasnya.



(mrs/vit)

Berita Terkait