Rasa gatal itu sendiri dapat disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari iritasi akibat debu, sehelai rambut, hingga kondisi lain yang lebih serius. Menggaruk adalah reaksi natural seseorang untuk menghasilkan rasa sakit. Saat seseorang menggaruk, bukan sinyal gatal yang dibawa saraf ke otak melainkan sinyal rasa sakit.
Prof Zhou-Feng Chen dari Washington University, Amerika Serikat, mengatakan saat rasa sakit sampai ke otak, Serotonin yang bisa mempengaruhi suasana hati seseorang dilepaskan untuk mengontrol rasa sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada tikus, ada kaitan seperti lingkaran setan antara gatal dan menggaruk. Jika serotonin dikurangi rasa gatal pun berkurang," kata Chen seperti dikutip dari BBC, Senin (3/11/2014).
Penelitian yang belum dilakukan pada manusia ini dikatakan oleh Chen menunjukkan salah satu cara menjanjikan untuk mengobati pasien dengan gatal kronis. Dalam penelitiannya Chen menyarankan terapi yang mengganggu interaksi antara serotonin dan sel yang mengirim sinyal gatal mungkin dapat dilakukan.
Seorang juru bicara untuk British Association of Dermatologists mengatakan riset dapat membantu memahami lebih baik dari mekanisme rasa gatal. Selain itu pada akhirnya penelitian mungkin juga bisa membantu dalam pengembangan pengobatan untuk penyakit gatal yang kronis.
(vit/vit)











































