Tak Menyahut karena Pingsan Saat Paramedis Tiba, Ibu Ini Kehilangan Bayinya

Tak Menyahut karena Pingsan Saat Paramedis Tiba, Ibu Ini Kehilangan Bayinya

- detikHealth
Rabu, 05 Nov 2014 20:05 WIB
Tak Menyahut karena Pingsan Saat Paramedis Tiba, Ibu Ini Kehilangan Bayinya
Jocelyn Bennett (Foto: Birmingham Mail)
Wicklow, Irlandia - Jocelyn Bennett langsung memanggil ambulans ketika ia merasa kontraksi di usia kehamilan 32 minggu. Sayang, akibat abrupsi plasenta yang dialaminya, Bennett harus kehilangan bayi kembarnya dan kini ia dalam keadaan koma di RS.

Awalnya, Bennett menghubungi paramedis untuk meminta bantuan. Tak lama kemudian, paramedis datang tetapi ketika pintu diketuk, Bennett sudah tak sadarkan diri setelah mengalami perdarahan hebat akibat abrupsi plasenta. Paramedis pun tak bisa langsung menolong Bennett yang tinggal di lantai 3 apartemennya.

Setelah beberapa lama barulah petugas mendapati Bennett dalam keadaan tak sadarkan diri. Ia pun segera dilarikan ke RS terdekat untuk menjalani operasi caesar darurat guna melahirkan bayinya. Sayang, beberapa hari setelah dilahirkan kedua bayi mungil Bennett meninggal pada Selasa (4/11) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Putri saya mengalami perdarahan hebat akibat abrupsi plasenta. Kira-kira dia kehabisan 2 liter darah dan jantungnya berhenti dalam waktu 10 menit," tutur ayah Bennett, Joe Bennett, dikutip dari BBC, Rabu (5/11/2014).

Sedangkan, sebelum meninggal dunia, Rose dan Melody yang tak lain adalah cucu Joe mengalami kerusakan otak akibat kekurangan oksigen. Joe dan anggota keluarganya sangat menyesalkan kejadian ini, apalagi saat Bennett mengalami peristiwa itu suami dan anaknya yang berusia 3 tahun sedang tidak ada di rumah.

"Putri saya sangat antusias menyambit kelahiran bayi kembarnya. Bahkan ia sudah menyiapkan nama untuk anaknya. Namun saat ini justru dia harus terbaring koma, meskipun sudah dilakukan proses dialisis karena gangguan ginjal, kami harap dia bisa pulih," lanjut Joe.

Meski begitu, Joe menekankan supaya bantuan darurat bisa lebih tanggap lagi ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan. Ia pun berharap agar tidak ada lagi Rose dan Melody lainnya yang telat mendapatkan pertolongan hingga meninggal dunia.

(rdn/vit)

Berita Terkait