Efek Samping Lebih Kuat, Obat Asma Termasuk Obat Keras di Eropa

Efek Samping Lebih Kuat, Obat Asma Termasuk Obat Keras di Eropa

- detikHealth
Kamis, 06 Nov 2014 10:30 WIB
Efek Samping Lebih Kuat, Obat Asma Termasuk Obat Keras di Eropa
Jakarta - Di negara luar seperti Amerika dan beberapa negara dari Eropa, obat asma yang terbuat dari aminofilin dipandang mengerikan oleh beberapa orang karena efek sampingnya yang besar. Berkaitan dengan hal tersebut, di Asia khususnya Indonesia, obat yang mengandung aminofilin dapat dengan mudah ditemukan pada warung-warung di pinggir jalan. Mengapa demikian?

Spesialis paru Prof dr Faisal Yunus, PhD, SpP(K), mengatakan aminofilin dikenal memiliki efek samping seperti mual, muntah, sakit kepala, penurunan tekanan darah, dan denyut jantung yang bertambah. Oleh karena itu dr Faisal yang sehari-hari berpraktik di RS Persahabatan mengatakan orang Amerika dan Eropa akan berpikir dua kali sebelum menggunakan aminofilin untuk mengobati asma.

Karena efek samping yang berat, pembelian aminofilin di negara-negara tersebut membutuhkan resep dokter. Jika dibandingkan dengan Indonesia, dr Faisal mengatakan obat dengan aminofilin dapat dengan mudah ditemukan dan dapat dibeli tanpa resep dokter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau orang Eropa itu takut menggunakan aminofilin, padahal di kita dijual bebas. Itu tidak hanya di Indonesia saja, di Philipina, Thailand, dan Taiwan juga seperti itu," kata dr Faisal saat ditemui pada konferensi pers kongres Asian Pacific Society of Respirology (APSR) di hotel HARRIS, Kelapa Gading, Jakarta Utara, seperti ditulis Kamis (6/11/2014).

dr Faisal menjelaskan perbedaan kebijakan peredaran obat tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Ada fenomena di mana obat aminofilin ternyata bekerja dengan cara yang berbeda pada orang Asia dengan Eropa dan Amerika.

"Kalau di Amerika dan Eropa mereka sensitif terhadap amofilin sehingga efek sampingnya lebih berat. Di Asia ternyata tidak seperti itu, mereka beli aminofilin bebas-bebas saja dan belum ada laporan efek sampingnya," ujar dr Faisal.

Detail mengapa sebenarnya obat asma memiliki efek samping yang berbeda pada tiap ras ini akan menjadi salah satu topik pembahasan pada kongres APSR ke-19 di Bali.

dr Faisal yang juga menjabat sebagai Presiden APSR ke-19 mengatakan sudah ada lebih dari 3.000 peserta yang datang dari berbagai negara. Kongres rencananya akan berlangsung dari tanggal 13-16 November yang dihadiri oleh para spesialis kesehatan pernapasan.

(up/up)

Berita Terkait