ADVERTISEMENT

Kamis, 06 Nov 2014 13:02 WIB

Aneka Keluhan Penis

Jangan Sepelekan, Kutil di Penis Bisa Jadi Tumor

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Kenalilah tubuh sendiri dengan baik agar bisa mendeteksi adanya kelainan yang bisa jadi indikasi penyakit serius. Antara lain jika ditemukan daging tumbuh seperti kutil di penis yang kemudian membesar dengan bentuk tidak teratur, jangan simpan sendiri masalah ini. Segeralah ke dokter karena itu bisa jadi tumor.

"Tumor jinak maupun tumor ganas yang umum disebut kanker dapat timbul sebagai benjolan pada penis. Baik yang berbentuk kemerahan, perubahan warna kulit, seperti kutil, maupun yang seperti daging tumbuh tidak teratur," tutur dr M. Ayodhia Soebadi, SpU, spesialis urologi dari RSUD dr Soetomo Surabaya, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (6/11/2014).

Adanya kelainan kulit pada penis, jelas dokter yang akrab disapa dr Yodhi ini, awalnya sering tidak diketahui ataupun tidak diperiksakan. Akibatnya pasien kanker penis sering datang ke tenaga kesehatan pada kondisi lanjut.

Selain itu, penis juga bisa mengalami luka atau ulkus akibat penyakit menular seksual seperti herpes simpleks, sifilis, dan infeksi menular seksual lainnya. Benjolan berair bisa pula dialami penis akibat kelainan kulit. "Alergi pada penis bisa diakibatkan pencetus kimia, obat-obatan ataupun makanan. Maupun akibat kontak kulit dengan bahan atau zat yang mengakibatkan iritasi misal kain, krim, minyak maupun pelumas," jelas dr Yodhi.

dr Yodhi menyarankan agar pemeriksaan alat kelamin dilakukan secara berkala. Sebab dengan pemeriksaan alat kelamin secara mandiri akan membuat seseoranhg sadar akan kesehatan alat reproduksinya.

Sementara itu dr Eddy Karta SpKK dari Edmo Clinic, salah satu masalah yang bisa dihadapi penis adalah munculnya bintik-bintik putih. Apa itu? Itu adalah minyak kulit atau yang biasa disebut sebagai sebum yang terdapat dalam kelenjar sebum. Hal ini dapat terjadi karena kulit daerah kemaluan menyerupai kulit wajah dengan produksi kelenjar minyak. Kondisi ini merupakan variasi normal saja.

Pengobatan yang bertujuan untuk menghilangkan bintik putih yang merupakan kelenjar minyak dapat dilakukan dengan cara destruktif. Namun karena hal ini akan merusak kulit sedangkan bintik tersebut bukan penyakit, tidak disarankan melakukan pengobatan tersebut.

Selain karena sebum, bintil di area kemaluan pria merupakan semacam jerawat. Kondisi ini banyak ditemukan di usia remaja. Penelitian menunjukkan, 8 dari 10 remaja pria pernah memiliki jerawat di bagian tersebut dan akan hilang dengan sendirinya saat dewasa.

Bintil berukuran rata-rata 1-2 mm itu sepintas memang mirip jerawat, namun tidak selalu jerawat sungguhan. Kebanyakan merupakan kelenjar kecil yang membengkak dan bisa ditemukan di sekitar batas antara kepala dan batang kemaluan, pangkal kemaluan dan kantong buah zakar.

Aktivitas seksual seperti berhubungan seks dan masturbasi juga bisa memicu tumbuhnya bintil-bintil kecil, khususnya di sekitar batas antara kepala dan batang kemaluan. Bintil yang sifatnya hanya sementara ini merupakan lymphocele yang membengkak karena terjadi penyumbatan kanal limfatik.

(vit/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT