Jumat, 07 Nov 2014 15:34 WIB

Laporan dari Malaysia

Terkait Rokok, Indonesia Dapat Pujian di Forum Dokter Paru Asia Pasifik

- detikHealth
Kuala Lumpur -

Program pengendalian tembakau tidak akan bisa berjalan mulus tanpa adanya dukungan dari pemerintah. Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah, memegang peranan penting dalam pengendalian tembakau agar masyarakat Indonesia bisa terbebas dari berbagai masalah kesehatan.

Komitmen pemerintah di negara-negara Asia Pasifik soal pengendalian tembakau pun dibahas dalam Asia-Pacific Lung Cancer Conference (APLCC) yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, hari ini. Sebagai salah satu negara Asia dengan populasi perokok yang besar, Indonesia tentunya tak luput dari pembahasan.

Tara Singh Bam Phd, MPH dari International Union Against Tuberculosis and Lung Disease mengatakan bahwa komitmen Pemerintah Indonesia, terutama Pemerintah daerah untuk pengendalian tembakau patut diacungi jempol. Sebabnya, di Indonesia terdapat kurang lebih 90 kepala daerah yang dalam Aliansi Bupati/Walikota Anti Rokok.

"Komitmen soal pengendalian tembakau akan dapat berjalan baik dengan bantuan pemerintah. Namun cengkraman industri rokok masih sangat besar di pemerintah pusat. Karena itu, kami mengalihkan perhatian kepada pemerintah daerah, dan terbukti lebih efektif," tutur Dr Bam ketika berbicara di APLCC dengan tema Prevalence of Smoking in Asia Pacific Region di Hotel Shangri-La, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (6/11/2014).

Dr Bam menceritakan bahwa bentuk pengendalian tembakau yang dilakukan para Kepala Daerah tersebut antara lain menolak pemasangan iklan rokok, acara bersponsor rokok, hingga menetapkan Kawasan Tanpa Rokok di kantor-kantor pemerintahan, institusi pendidikan dan juga tempat umum. Bahkan ia mengaku mengenal pribadi dua sosok 'pentolan' di Aliansi tersebut.

"Dulu kan Mr Suir Syam, Bupati Padang Panjang dan sekarang Mr Hasto ya, Bupati dari Kulonprogo. Mereka saya kenal dan pernah juga berbicara soal rokok kepada pemerintah daerah di Myanmar," tuturnya.

Dilanjutkan Dr Bam bahwa Indonesia seharusnya bangga dapat menjadi pelopor aliansi pemerintah daerah yang dengan tegas melakukan pengendalian tembakau. Kini, langkah Indonesia sudah diikuti oleh negara-negara ASEAN lainnya.

"Yang saya tahu bahwa di Filipina sudah dibentuk (aliansi kepala daerah anti rokok). Dan semoga saja negara-negara ASEAN lainnya akan segera mengikuti agar korban rokok, termasuk kanker paru-paru dan kanker serta penyakit lainnya, tidak akan bertambah," pungkasnya.

(mrs/up)