Peresmian program tes dikatakan oleh salah satu pembina YJI, Dede Kusmana, dilakukan Minggu (9/11/2014). Tujuannya agar tes dapat menjadi tolak ukur yang bisa digunakan di seluruh Indonesia.
Tes Kebugaran 1.000 meter secara sederhana bekerja dengan mengukur waktu yang habis saat seseorang menempuh jarak 1 kilometer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau orang mau olahraga itu harus diukur dulu karena olahraga itu seperti obat. Kalau kekurangan enggak ada manfaatnya kalau kelebihan berbahaya. Tiap orang tergantung umur berbeda takarannya," kata Dede saat ditemui pada perayaan ulang tahun YJI ke-33 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, seperti ditulis Senin (10/11/2014).
Tes serupa sebenarnya telah digunakan oleh YJI, namun Dede mengatakan progam sebelumnya mengharuskan seseorang untuk menempuh jarak 2,4 kilometer. Jarak tersebut sulit ditempuh oleh beberapa orang sehingga YJI membuat program tes yang baru.
Dede mengatakan ia akan berusaha meminta kepada kementerian terkait agar tiap daerah di Indonesia memiliki suatu tempat di mana masyarakatnya dapat melakukan tes tersebut. Ia berharap di tiap daerah akan ditanam satu pohon yang jaraknya persis 1 kilometer dengan indikator tes tertempel di batangnya.
"Hari ini juga saya canangkan pohon 1.000 meter, sehingga orang tahu di situ bisa tes. Tinggal lari saja terus dihitung," tutup Dede.
(up/up)











































