Dr Vichan Pawan yang bertanggung jawab terhadap kontrol kesehatan di bandar udara internasional Bangkok mengatakan kemungkinan Ebola untuk sampai ke Thailand cukup kecil. Namun demikian Pawan tetap berusaha melakukan kontrol dan ia mengatakan tidak akan mengambil risiko.
Lewat mesin pencitraan panas penumpang pesawat yang tiba diperiksa oleh petugas. Jika seseorang memiliki suhu tubuh di atas 37 derajat celcius maka dirinya wajib mengikuti pemeriksaan medis lebih lanjut. Penumpang lainnya akan ditanyai oleh petugas asal dan tujuan kepergiannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaitan dengan hal tersebut ahli kesehatan Thailand mengatakan meski biasanya Ebola menyebar masuk lewat jalur transportasi udara, risiko Ebola masuk dari darat juga tidak kalah besarnya.
Dengan luas sekitar 5.000 kilometer area perbatasan yang harus dipatroli, mustahil bagi Thailand untuk mengawasi orang-orang yang masuk lewat jalur darat.
"Kami memiliki kasus serupa dengan Kamboja. Ini mungkin akan menjadi ancaman bagi Thailand," kata Wakil Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thauland Dr Opart Karnkawingpong.
Di Indonesia sendiri baru-baru ini Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila Moeloek, SpM(K), mengunjungi Bandara Soekarno Hatta. Kunjungan dilakukan dalam rangka mengecek kesiapan alat-alat pemeriksaan kesehatan untuk mengantisipasi masuknya virus berbahaya termasuk Ebola.
(vit/vit)











































