Mudah Diakses, Internet Jadi Andalan Bidan untuk Dapatkan Informasi Akurat

Mudah Diakses, Internet Jadi Andalan Bidan untuk Dapatkan Informasi Akurat

- detikHealth
Selasa, 11 Nov 2014 15:35 WIB
Mudah Diakses, Internet Jadi Andalan Bidan untuk Dapatkan Informasi Akurat
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Menurut survei yang dilakukan oleh perusahaan hubungan masyarakat, Edelman, sebagian besar bidan di Indonesia mengandalkan media internet sebagai sumber informasi mereka. Tingkat kepercayaan bidan begitu tinggi pada internet mengalahkan panduan-panduan kesehatan yang diberikan pemerintah.

Survei yang dilakukan pada tahun 2014 yang melibatkan 600 bidan di 7 kota besar ini berusaha untuk melihat dari mana sebenarnya bidan Indonesia mendapatkan informasi terkait pelayanan kesehatan. Informasi menjadi hal yang penting karena bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan terdepan di masyarakat.

Dari hasil survei ditemukan bahwa bidan paling banyak mendapatkan informasi dari 3 sumber. Sumber pertama adalah tenaga kesehatan lain seperti dokter atau seniornya, dan dua sumber lainnya adalah media internet dan televisi (TV). Sementara itu pedoman kebidanan yang dikeluarkan pemerintah berada pada posisi keempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi informasi yang beredar di internet itu sangat berpengaruh kepada bidan. Lalu yang kedua adalah TV. Jadi Internet dan TV memberikan pengaruh pada bidan dalam memutuskan pemberian pelayanan kesehatan pada pasien," papar Senior Manager Health and Human Services Edelman, Arie Rukmantara, pada acara temu media di Belly Clan, Intiland Tower, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2014).

Internet menjadi pilihan para bidan untuk mencari informasi karena kelebihannya yang mudah diakses. Lalu pada bidan di daerah pedesaan yang sulit terjangkau, TV menjadi sumber informasi kedua setelah internet seperti dikatakan Arie.

Arie mengatakan yang kini menjadi permasalahan adalah para bidan terkadang menerima informasi dari internet secara utuh tanpa konfirmasi. Dengan banyaknya jumlah informasi yang beredar di internet tentu tidak semuanya benar dan hal ini berbahaya bagi bidan yang tidak jarang berjasa menyelamatkan jiwa ibu dan bayi.

Menanggapi hasil survei Ketua Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jakarta Selatan, Sri Indiah, mengatakan pekerjaan bidan memang sangat sibuk sehingga sulit untuk mengkonfirmasi informasi baru.

"Mungkin ini karena teman-teman sibuk. Dulu sebelum jaman internet kita percaya dengan media cetak. Sekarang eranya sudah beda. Bidan itu sibuk, Mas. Waktu untuk membaca saja kan kurang," kata Indiah saat ditemui pada acara yang sama.

Meski demikian, Indiah mengatakan jika seorang bidan sudah dibekali dengan informasi dan keterampilan profesi yang cukup ia tidak akan mempercayai semua informasi yang ada di internet. Informasi yang dicari oleh bidan di internet biasanya adalah suatu hal baru di luar pengetahuannya seperti dikatakan Indiah.

"Dari organisasi profesi kan sudah diberikan skill dan informasi yang dibutuhkan. Yang kita cari ini mungkin berita terkini dan informasi terbaru. Kita sebenarnya sudah tahu, jadi kalau melihat informasi di internet ada yang salah itu kita akan konfirmasi ke pengurus pusat," tutup Indiah.

(vit/vit)

Berita Terkait