Rabu, 12 Nov 2014 08:34 WIB

Begini Cara Tepat Melindungi Kulit dari Paparan Sinar UV

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Aktivitas yang padat setiap harinya di luar rumah membuat kita mau tidak mau bersentuhan langsung dengan sinar matahari. Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet (UV) yaitu UVA dan UVB yang berdampak kurang baik bagi kesehatan kulit. Tak mungkin dihindari, tetapi ada cara untuk mengurangi risiko sekaligus melindungi diri dari paparan sinar UV ini, lho.

Menurut dr Sri Ellyani SpKK selaku Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia), untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari yang begitu terik ini salah satunya dengan menggunakan pakaian tertutup dan tabir surya. Selain itu, bisa juga menggunakan topi ataupun payung untuk menghindari paparan sinar secara langsung.

"Tabir surya dapat digunakan sebagai salah satu perlindungan dari sinar UV sekaligus pencegahan kulit agar tidak rusak. Sampai saat ini, penggunaan pelindung dan tabir surya adalah cara yang terbaik dan termudah untuk melindungi diri dari teriknya sinar matahari, tidak hanya di luar ruangan, namun juga dalan cuaca mendung dan hujan serta pada kegiatan dalam ruangan bersekat kaca," kata dr Sri dalam acara 'Kampanye Edukasi Masyarakat Tentang Perlindungan Terhadap Sinar UV (Ultraviolet)' di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta seperti ditulis Rabu, (12/11/2014).

Umumnya, produk-produk tabir surya yang banyak beredar di pasaran sering mencantumkan label SPF dan PA. SPF atau Sun Protection Factor biasanya dilengkapi dengan angka 15, 30, dan sebagainya. Ini merupakan simbol atau tanda bahwa semakin tinggi angka SPF yang tercantum maka perlindungan terhadap sinar UV-nya juga semakin tinggi. Sedangkan, PA atau Protection Grade of UVA biasanya diiringi dengan simbol plus. Artinya, semakin banyak simbol plus tersebut maka semakin tinggi tingkat proteksinya terhadap sinar UVA.

"Tabir surya yang berlabel SPF 15 itu artinya kekuatannya hanya mencapai 2 jam dari saat pemakaian. Kalau kita sedang beraktivitas di luar, setelah 2 jam itu efeknya akan hilang makanya harus kita oleskan lagi. Untuk kulit orang Indonesia biasanya SPF 15-30 saja sudah cukup melindungi. Selain kekuatannya diukur melalui SPF, tabir surya ini juga banyak jenisnya, ada yang tahan dan juga tidak tahan air. Pada intinya, pilih dan gunakan sesuai kebutuhan," terang dr Sri Ellyani.

Tidak hanya pada orang dewasa saja, dikatakan dr Sri Ellyani, anak-anak juga cenderung rentan terkena paparan sinar UV apalagi kulit anak cenderung masih sangat sensitif. Terlebih lagi, anak-anak khususnya yang sudah masuk sekolah biasanya senang beraktivitas atau bermain bersama teman-temannya di luar. Oleh karena itu, anak-anak juga dirasa perlu dilindungi dengan tabir surya yang khusus untuk anak-anak.

Di tempat yang sama, Drs T. Bahdar J. Hamid, Apt, M,Pharm selaku Plt Deputi Bidang Pengawasan Tradisional, Kosmetik dan PK Badan POM mengungkapkan masyarakat diharapkan dapat lebih kritis dan cerdas dalam memilih produk tabir surya. Hal utama yang harus diperhatikan adalah label kemasan dari tabir surya. Tak hanya itu, masyarakat juga diharapkan memahami apa yang dimaksud dengan SPF dan PA yang tertera di label produk.

"Yang harus diperhatikan saat membeli adalah labelnya. Apakah produk itu terdaftar di Badan POM atau tidak. Kemudian, baru liat aturan pakainya terutama SPF dan PA-nya. Dengan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan otomatis hasilnya juga akan maksimal. Pada prinsipnya, satu tindakan untuk masa depan yaitu baca label sebelum membeli," papar Drs T. Bahdar.

(up/up)