Mempunyai anak melalui proses bayi tabung dengan donor sperma bisa saja terdengar lumrah bagi beberapa wanita. Tapi lain kisahnya dengan Aminah Hart, siapa sangka donor sperma yang telah memberinya anak justru membuatnya jatuh cinta.
Pada tahun 2005 dan 2008, Aminah sudah kehilangan dua anak dari pernikahan sebelumnya. Atas saran temannya, di tahun 2011 wanita 42 tahun ini menjalani program bayi tabung dengan donor sperma karena saat itu Aminah sudah berpisah dengan pasangannya.
Setelah memilih donor sperma yang sesuai dan menjalani prosedur yang ada, lahirlah si kecil Leila. Gadis cilik yang kini berusia 2 tahun itu berkulit putih dan berambut pirang, berbeda dengan Aminah yang berkulit cokelat kehitaman. Tak ingin anaknya bertanya-tanya soal ayah kandungnya, Aminah pun menghubungi pihak Victorian Assisted Reproductive Treatment Authority.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam ketentuan program bayi tabung, umumnya ditentukan bahwa identitas donor sperma tidak akan diberi tahu sampai si anak berusia 18 tahun. Beruntung, donor sperma Aminah yang diketahui bernama Scott Anderson bersedia memberi tahu identitasnya meski si anak belum berusia 18 tahun.
"Saya sangat kaget ketika tiba-tiba ada email yang berisi foto anak saya. Setelah beberapa lama, akhirnya saya bersedia bertemu dengan Leila dan Aminah. Dia adalah gadis cilik yang sangat cantik, lebih mirip saya sepertinya," kata Scott.
Setelah beberapa menghabiskan waktu bertiga, Aminah dan Scott makin dekat dan mereka merasa cocok satu sama lain. Meski tinggal di daerah terpisah, Aminah dan Scott tetap menyempatkan untuk saling bertemu dan menghabiskan waktu bertiga dengan Leila.
"Kami sangat cocok satu sama lain dan saya rasa kami telah jatuh cinta. Untuk rencana ke depan tak menutup kemungkinan bahwa kami akan menuju jenjang yang lebih serius," kata Aminah.
(rdn/up)











































