Depresi? Kanye West dan Nicki Minaj Siap Jadi Terapis Anda Lho

Depresi? Kanye West dan Nicki Minaj Siap Jadi Terapis Anda Lho

- detikHealth
Rabu, 12 Nov 2014 16:37 WIB
Depresi? Kanye West dan Nicki Minaj Siap Jadi Terapis Anda Lho
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Hip hop bisa dikatakan salah satu genre musik yang sering mendapatkan cap negatif. Bagaimana tidak, sebagian besar musisinya dikenal lekat dengan obat-obatan terlarang. Bahkan video klip musik hip hop sering memperlihatkan adegan seksual maupun kekerasan.

Namun sejumlah psikiater dari kampus kenamaan dunia, Cambridge University justru percaya musik yang digawangi Jay Z, Kanye West dan Nicki Minaj itu dapat dimanfaatkan untuk memberikan terapi kepada orang-orang yang tengah depresi atau mengidap gangguan jiwa.
 
Sebab lirik yang terkandung dalam lagu-lagu hip hop kerapkali berbicara tentang kisah hidup si musisi sendiri, yang sukses berjuang menghadapi masalah ataupun kesulitan hidup.

"Kebanyakan artis hip hop kan berasal dari keluarga dengan kondisi sosial-ekonomi yang sangat rendah, sehingga ketika mereka menulis lagu, maka lirik-liriknya cenderung menggambarkan isu yang berkaitan dengan kondisi tersebut, misalnya soal kemiskinan, marjinalisasi, kekerasan dan obat-obatan terlarang," terang salah satu peneliti, Dr Akeem Sule.
 
Dan lirik-lirik semacam ini dianggap peneliti dapat menjangkau orang-orang yang merasa hopeless atau tak punya masa depan seperti halnya yang dialami orang-orang dengan gangguan mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti juga memuji teknik rap yang digunakan sebagian besar artis hip hop di Amerika. Meskipun seringkali menggunakan kata-kata kasar, namun setidaknya 'rapping' dapat dipakai sebagai cara yang baik untuk melampiaskan emosi.

Apalagi terapi dengan musik hip hop ini mirip dengan teknik yang digunakan dalam terapi 'positive visual imagery' yang tengah dikembangkan University of Oxford. Dalam teknik ini, pasien didorong untuk menggunakan kekuatan imajinasi mereka agar bisa melewati masa-masa sulit, semisal saat depresi atau bipolarnya kambuh.
 
Untuk itu, peneliti percaya genre musik yang pertama kali muncul di New York ini dapat dipakai sebagai media terapi yang efektif untuk penderita gangguan mental

"Khususnya membantu pasien agar bisa melihat sesuatu positif tentang dirinya, kondisinya, ataupun masa depannya. Toh di lagu-lagu hip hop mereka juga selalu menyelipkan harapan, seperti mereka ingin tinggal dimana, ingin punya mobil seperti apa," harap Dr Sule seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (12/11/2014).

Sebagai tindak lanjutnya, peneliti berkeinginan memperkenalkan program 'hip hop psych' ini ke berbagai tempat misal penjara dan sekolah. Dengan mengajak sejumlah artis hip hop, mereka bertujuan mendorong agar orang-orang merasa percaya diri dan tidak mudah larut dalam depresi, atau muncul keinginan untuk bunuh diri.

(lil/vit)

Berita Terkait