Marshal Jensen didiagnosis mengidap leukemia limfoblastik akut di tahun 2012. Sejak saat itu, ia bersama istrinya, Amanda dan putra mereka, Kezman berkeliling ke penjuru Amerika untuk mencari pengobatan untuknya.
Tak menemukan jalan keluar, Marshal akhirnya bertemu dengan Dr Carl June dari Penn Medicine. Dr June dan rekan-rekannya telah menghabiskan waktu selama 20 tahun untuk melakukan terobosan pengobatan baru menggunakan virus HIV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selepas mendapatkan cangkok sumsum tulang belakang dari seorang donor yang mengalami mutasi genetik langka, kanker yang diidap Wood hilang berikut HIV dalam tubuhnya. Ia pun dinyatakan sebagai orang pertama yang bisa sembuh dari HIV.
Terinspirasi oleh hal itu, Dr June dan timnya berupaya mengembangkan pengobatan berbasis HIV untuk pasien leukemia. Dan baru-baru ini Dr June mengumumkan kesuksesan percobaan pengobatan tersebut. Dalam percobaan ini, Dr June melibatkan 30 pasien kanker, lima di antaranya orang dewasa dan 25 anak-anak.
Salah satunya adalah Jensen. Sel-sel darah putih Jensen diekstrak kemudian dibawa ke lab dan diimplan atau 'ditanami' HIV yang telah diprogram agar dapat membunuh kanker. Kemudian sel-sel tersebut dikembalikan ke tubuh Jensen agar dapat melawan dan membunuh kanker.
Proses ini hanya berlangsung dalam beberapa bulan. Pria berusia 30 tahun itu langsung menunjukkan respons yang sangat baik terhadap pengobatan tersebut.
Bahkan kini Jensen telah dinyatakan terbebas dari kanker. "Kami tak tahu pengobatan seperti apa ini, tapi ternyata ini berhasil. Dengan rahmat Tuhan, saya akhirnya bisa kembali," tutur Jensen seperti dikutip dari berbagai sumber, Kamis (13/11/2014).
Dr June memahami kekhawatiran masyarakat terhadap pengobatan ini, apalagi karena metodenya menggunakan HIV. Ia memastikan tak ada yang perlu ditakutkan karena virus tersebut telah dilumpuhkan.
"Kami telah melumpuhkannya, tetapi fitur utama dari HIV yaitu kemampuannya untuk masuk ke gen baru lewat sel tetap dipertahankan," terang Dr June.
Selain Jensen, 22 pasien lainnya dilaporkan masih hidup, bahkan 19 di antaranya dinyatakan bebas dari kanker. Pasien pertama yang menerima pengobatan ini, Emma Whitehead (7) juga telah dinyatakan bebas dari kanker sejak dua tahun yang lalu.
(lil/vit)











































