Buka Sampai Minggu! Begini Proses Cek Kejiwaan Gratis di Monas

Buka Sampai Minggu! Begini Proses Cek Kejiwaan Gratis di Monas

- detikHealth
Jumat, 14 Nov 2014 20:05 WIB
Buka Sampai Minggu! Begini Proses Cek Kejiwaan Gratis di Monas
Jakarta - Stan pemeriksaan kejiwaan merupakan salah satu stan paling diminati dalam Pameran Pembangunan Kesehatan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat. Di sini, pengunjung bisa mengukur tingkat kecemasan, tingkat stres dan sebagainya.

Saat detikHealth mengunjungi stan konsultasi kejiwaan di Lapangan Silang, Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, salah satu penjaga stan langsung menyambut dan mempersilahkan duduk. Di meja telah tersedia lembar kuesioner dengan sekitar 20 butir pertanyaan terkait kesehatan jiwa menunggu untuk diisi.

"Diisi dulu yah Mas," ujar salah satu penjaga stan kepada detikHealth saat ditemui pada Jumat (14/11/2014), di Monas, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari isinya, terlihat jelas bahwa kuesioner dirancang untuk mengukur tingkat kecemasan seseorang. Seluruh pertanyaan dijawab dengan menggunakan skala nilai bertingkat mulai dari 0 yang mewakili 'tidak pernah' dan 4 yang mewakili 'selalu'.

Pertanyaan sebagian besar meminta nilai pada ungkapan seperti 'saya merasa tertekan', 'saya mudah tersentuh emosi', dan 'saya merasa cemas saat sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan'.

Setelah terisi, petugas kemudian melakukan penilaian dengan menjumlahkan skor tiap nomor pertanyaan. Setelah nilai akhir didapatkan, ia melihat skala kecemasan dan memberitakan hasilnya.

"Jadi ini untuk mengetahui tingkat stres dan seberapa bisa seseorang mengatasi stresnya itu," ujarnya.

Lalu bagaimana dengan seseorang dengan hasil yang berada di tingkat mengkhawatirkan? Untuk hal tersebut dokter kejiwaan dari RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan telah siaga di tempat untuk memberikan konsultasi eksklusif.

Salah satu dokter tersebut, dr Galianti Prihandayani, SpKJ, mengatakan sejak stan dibuka dirinya telah menemui beberapa orang dengan tingkat stres tinggi.

"Ada yang sudah stres sekali dan tadi bahkan ada yang perlu mendapatkan pengobatan, tapi karena kita tidak menyediakan obat di sini jadi kita rujuk," tutup dr Galianti.

(up/up)

Berita Terkait