Jakarta -
Mulut merupakan salah satu organ utama yang dibutuhkan oleh manusia untuk berbicara dan makan. Hanya saja kesehatan dan kebersihannya seringkali diabaikan. Padahal bila ini dilakukan, bukan tidak mungkin seluruh aktivitas Anda akan lumpuh seketika.
Dr Bill Kohn, DDS dari Delta Dental Plans Association kembali memaparkan beberapa jenis gangguan mulut yang paling menjengkelkan, seperti halnya dikutip detikHealth dari berbagai sumber, Senin (17/11/2014) berikut ini.
1. Bau mulut
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Penyebab terbesar dari bau mulut adalah mulut yang kering, seperti halnya yang terjadi di pagi hari. Namun Kohn mengatakan ini juga bisa terjadi karena faktor biologis, di mana beberapa bagian tubuh menghasilkan lebih banyak bakteri yang mengandung sulfur sehingga baunya selalu busuk.
"Ini bisa diatasi dengan obat kumur. Tapi kalau masalahnya membandel meskipun Anda sudah sikat gigi dan flossing, segera temui dokter gigi Anda," ungkapnya.
2. Gigi 'ternoda'
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Minuman seperti kopi dan teh seringkali dituding menyebabkan hal ini. Uniknya, Kohn mengatakan kadang yang salah bukan hanya minumannya, tetapi kelenjar air liur yang bersangkutan seringkali 'menyukai' bahan makanan tertentu dan menempel-nempelkan bahan tersebut ke permukaan gigi hingga menumpuk.
Kohn menyarankan untuk menggunakan produk pemutih gigi atau pasta gigi anti-tartar yang bisa mengubah permukaan gigi menjadi licin dan mencegah terjadinya penumpukan material makanan di atasnya. Kohn juga mengatakan minum dari sedotan tidak mempengaruhi munculnya noda di gigi.
3. Gusi berdarah
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
"Sebenarnya sebagian besar kasus gusi berdarah itu disebabkan oleh kebersihan oral dan munculnya gingivitis atau peradangan pada gusi," kata Kohn.
Peradangan gusi terjadi karena gigi dan sela-sela gusi tidak disikat dan di-flossing secara menyeluruh. Akibatnya pembuluh darah di dalam gusi membesar, lebih rapuh serta mudah berdarah bila terganggu sedikit saja.
Beruntung Kohn menambahkan hal semacam ini bisa diatasi dengan menggosok dan flossing gigi berikut sela-sela gusinya setidaknya satu kali dalam sehari. Dalam beberapa hari, Kohn menjamin pendarahannya akan berhenti.
4. Gigi sensitif
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Bila biasanya gigi Anda normal-normal saja namun tiba-tiba Anda merasakan ada yang aneh ketika mengonsumsi sesuatu yang panas, dingin atau manis, bisa jadi gigi Anda sejatinya sedang berlubang. Bila sudah begini, segera ke dokter gigi.
Namun ada orang-orang tertentu yang memang rentan mengalami gigi sensitif. Biasanya enamel di permukaan giginya mulai menipis atau akar giginya terbuka akibat gusi yang perlahan tergerus dari waktu ke waktu.
"Ini bisa ditanggulangi dengan produk-produk yang dijual bebas di apotek, seperti pasta gigi yang bisa mengurangi sensitivitas gigi atau berbagai alat yang dipasangkan dokter di atas permukaan akar gigi agar sensasi nyerinya tidak lagi terasa," urai Kohn.
Penyebab terbesar dari bau mulut adalah mulut yang kering, seperti halnya yang terjadi di pagi hari. Namun Kohn mengatakan ini juga bisa terjadi karena faktor biologis, di mana beberapa bagian tubuh menghasilkan lebih banyak bakteri yang mengandung sulfur sehingga baunya selalu busuk.
"Ini bisa diatasi dengan obat kumur. Tapi kalau masalahnya membandel meskipun Anda sudah sikat gigi dan flossing, segera temui dokter gigi Anda," ungkapnya.
Minuman seperti kopi dan teh seringkali dituding menyebabkan hal ini. Uniknya, Kohn mengatakan kadang yang salah bukan hanya minumannya, tetapi kelenjar air liur yang bersangkutan seringkali 'menyukai' bahan makanan tertentu dan menempel-nempelkan bahan tersebut ke permukaan gigi hingga menumpuk.
Kohn menyarankan untuk menggunakan produk pemutih gigi atau pasta gigi anti-tartar yang bisa mengubah permukaan gigi menjadi licin dan mencegah terjadinya penumpukan material makanan di atasnya. Kohn juga mengatakan minum dari sedotan tidak mempengaruhi munculnya noda di gigi.
"Sebenarnya sebagian besar kasus gusi berdarah itu disebabkan oleh kebersihan oral dan munculnya gingivitis atau peradangan pada gusi," kata Kohn.
Peradangan gusi terjadi karena gigi dan sela-sela gusi tidak disikat dan di-flossing secara menyeluruh. Akibatnya pembuluh darah di dalam gusi membesar, lebih rapuh serta mudah berdarah bila terganggu sedikit saja.
Beruntung Kohn menambahkan hal semacam ini bisa diatasi dengan menggosok dan flossing gigi berikut sela-sela gusinya setidaknya satu kali dalam sehari. Dalam beberapa hari, Kohn menjamin pendarahannya akan berhenti.
Bila biasanya gigi Anda normal-normal saja namun tiba-tiba Anda merasakan ada yang aneh ketika mengonsumsi sesuatu yang panas, dingin atau manis, bisa jadi gigi Anda sejatinya sedang berlubang. Bila sudah begini, segera ke dokter gigi.
Namun ada orang-orang tertentu yang memang rentan mengalami gigi sensitif. Biasanya enamel di permukaan giginya mulai menipis atau akar giginya terbuka akibat gusi yang perlahan tergerus dari waktu ke waktu.
"Ini bisa ditanggulangi dengan produk-produk yang dijual bebas di apotek, seperti pasta gigi yang bisa mengurangi sensitivitas gigi atau berbagai alat yang dipasangkan dokter di atas permukaan akar gigi agar sensasi nyerinya tidak lagi terasa," urai Kohn.
(lil/up)