Sering Bepergian di Dalam Mobil Bersama Perokok? Hii, Ini Risikonya

Sering Bepergian di Dalam Mobil Bersama Perokok? Hii, Ini Risikonya

- detikHealth
Senin, 17 Nov 2014 20:01 WIB
Sering Bepergian di Dalam Mobil Bersama Perokok? Hii, Ini Risikonya
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pernahkah Anda melakukan perjalanan paling tidak selama satu jam di dalam mobil bersama pasangan atau teman yang merupakan perokok? Jika ya, sebaiknya segera cari alternatif lain. Sebab kondisi ini bisa membuat kondisi kesehatan Anda menjadi buruk.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa melakukan perjalanan di dalam mobil bersama perokok dapat membuat Anda sebagai perokok pasif mengalami peningkatan jumlah racun dalam tubuh. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan kadar karsinogen dan racun lainnya dalam urin responden berdasarkan hasil penelitian.

Ya, para ilmuwan di University of California mengatakan bahwa para responden dalam penelitiannya menunjukkan adanya kenaikan tingkat butadiena, akrilonitril, benzena, dan etilen oksida.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahan kimia yang dianggap beracun ini terdapat dalam rokok dan berpotensi menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan merokok," ungkap peneliti senior, Prof Neal Benowitz.

Menurut Prof Benowitz, studi ini merupakan kali pertama yang menunjukkan adanya peningkatan kadar kimia racun sebagai efek dari paparan asap rokok pada perokok pasif.

"Hal ini menunjukkan bahwa bahkan ketika Anda hanya duduk di mobil bersama dengan perokok, Anda sebagai perokok pasif juga menghirup sejumlah senyawa yang berbahaya dari asap rokoknya. Paparan ini berhubungan dengan kanker, penyakit jantung dan penyakit paru-paru," lanjut Prof Benowitz, seperti dikutip dari jurnal Cancer, Epidemiology, Biomarkers & Prevention, Senin (17/11/2014).

Dalam penelitian ini, Prof Benowitz dan rekan-rekannya menganalisis 14 orang bukan perokok, yang duduk di kursi penumpang belakang pengemudi. Dalam satu jam, para perokok diminta untuk mengisap tiga batang rokok. Jendela depan dan belakang mobil tetap dibuka sekitar empat inci.

Para responden yang bukan perokok sebelumnya telah melakukan pemeriksaan urine. Kemudian sekitar delapan jam setelah diberi paparan asap rokok, mereka kembali melakukan pemeriksaan urine. Hasilnya, ditemukan adanya peningkatan pada beberapa unsur kimia dalam urine responden.

Penulis utama dari studi tersebut, Dr Gideon St Helen, mengatakan bahwa hasil ini memberitahu kita bahwa orang-orang, terutama anak-anak dan orang dewasa dengan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya seperti asma atau riwayat penyakit jantung, harus dilindungi dari paparan asap rokok di mobil.




(ajg/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads