Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa melakukan perjalanan di dalam mobil bersama perokok dapat membuat Anda sebagai perokok pasif mengalami peningkatan jumlah racun dalam tubuh. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan kadar karsinogen dan racun lainnya dalam urin responden berdasarkan hasil penelitian.
Ya, para ilmuwan di University of California mengatakan bahwa para responden dalam penelitiannya menunjukkan adanya kenaikan tingkat butadiena, akrilonitril, benzena, dan etilen oksida.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Prof Benowitz, studi ini merupakan kali pertama yang menunjukkan adanya peningkatan kadar kimia racun sebagai efek dari paparan asap rokok pada perokok pasif.
"Hal ini menunjukkan bahwa bahkan ketika Anda hanya duduk di mobil bersama dengan perokok, Anda sebagai perokok pasif juga menghirup sejumlah senyawa yang berbahaya dari asap rokoknya. Paparan ini berhubungan dengan kanker, penyakit jantung dan penyakit paru-paru," lanjut Prof Benowitz, seperti dikutip dari jurnal Cancer, Epidemiology, Biomarkers & Prevention, Senin (17/11/2014).
Dalam penelitian ini, Prof Benowitz dan rekan-rekannya menganalisis 14 orang bukan perokok, yang duduk di kursi penumpang belakang pengemudi. Dalam satu jam, para perokok diminta untuk mengisap tiga batang rokok. Jendela depan dan belakang mobil tetap dibuka sekitar empat inci.
Para responden yang bukan perokok sebelumnya telah melakukan pemeriksaan urine. Kemudian sekitar delapan jam setelah diberi paparan asap rokok, mereka kembali melakukan pemeriksaan urine. Hasilnya, ditemukan adanya peningkatan pada beberapa unsur kimia dalam urine responden.
Penulis utama dari studi tersebut, Dr Gideon St Helen, mengatakan bahwa hasil ini memberitahu kita bahwa orang-orang, terutama anak-anak dan orang dewasa dengan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya seperti asma atau riwayat penyakit jantung, harus dilindungi dari paparan asap rokok di mobil.
(ajg/up)










































