Tarif Jasa Dokter, Salah Satu Isu Bahasan Kongres Ahli Bedah Ortopedi

Tarif Jasa Dokter, Salah Satu Isu Bahasan Kongres Ahli Bedah Ortopedi

- detikHealth
Kamis, 20 Nov 2014 12:15 WIB
Tarif Jasa Dokter, Salah Satu Isu Bahasan Kongres Ahli Bedah Ortopedi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) menggelar kongres nasional ke-19‎ mulai hari ini. Dalam kongres nasional ini, ada tiga isu besar soal bedah ortopedi yang akan dibahas yakni distribusi dokter, tarif jasa dokter, serta pajak untuk alat implan.

dr Rizal Pohan, SpOT, Ketua PABOI 2009-2014 mengatakan bahwa ketiga isu tersebut merupakan masalah utama yang sedang dihadapi dokter bedah ortopedi saat ini. Ketiganya berkaitan erat dengan jasa serta pelayanan kesehatan yang dilakukan dokter kepada masyarakat.

"Jadi dalam kongres ke-19 ini isu besarnya ada tiga. Distribusi dokter, tarif dan pajak implan. Ketiga hal ini berkaitan dengan apa yang dialami dokter bedah ortopedi di lapangan ketika sedang menangani pasien," tutur dr Rizal ketika ditemui detikHealth di Hotel Ritz Carlton, Jl dr IDE Anak Agung Gede Agung, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Distribusi dokter tentunya merupakan masalah utama yang akan dibahas. dr Rizal memaparkan bahwa saat ini ada sekitar 680 dokter bedah ortopedi yang tersedia, dengan 750 orang dokter yang sedang menjalani pendidikan.

Namun, jumlah dokter dan calon dokter bedah ortopedi yang lebih dari 1.000 orang tersebut tak terdistribusi dengan baik. Akibatnya, pelayanan ortopedi di sejumlah daerah masih sangat kurang.

‎Pemerataan distribusi dokter tentunya juga berkaitan erat dengan tarif jasa yang dikenakan untuk dokter bedah ortopedi, terutama di rumah sakit-rumah sakit pemerintah. Tentu saja kedua masalah tersebut juga tak bisa dilepaskan dari pembelian alat implan yang sering digunakan oleh dokter bedah ortopedi.

"Maka dari itu kongres nasional ini dilakukan. Selain untuk membahas soal ketiga isu tadi juga tentunya untuk membuat roda organisasi tetap berjalan dan memberikan pendidikan kepada dokter-dokter kita dengan mengundang pembicara dari luar negeri," tandas dr Rizal.

(mrs/vit)

Berita Terkait