Dengan nama VetiGel, gel yang terbuat dari polimer tumbuhan ini bekerja dengan mekanisme natural tubuh dan menyumbat darah saat kontak terjadi. Selain itu gel memiliki sifat antimikroba yang jika digunakan oleh ahli dalam lingkungan steril dapat menjadi cara menyembuhkan luka yang efektif.
Joe Landolina sebagai penggagas VetiGel mengatakan gel juga dapat menyelamatkan banyak nyawa karena sifatnya yang bisa menutup luka dalam hitungan detik, lebih efektif bila dibandingkan dengan perban atau plester.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini lembaga Food and Drug Administration (FDA), Amerika Serikat, belum memberikan izin untuk VetiGel digunakan pada manusia. Namun penggunaan produk untuk hewan siap dilakukan dalam waktu dekat.
Landolina mengatakan ia sudah berbicara kepada ratusan dokter hewan dan yakin bahwa VetiGel akan mudah diterima.
"Saya mendengar pada beberapa situasi seperti contoh limpa mengalami pendarahan, para dokter hewan akan lebih memilih memotong limpa daripada mengambil risiko harus menunggu sampai produk yang ada saat ini bekerja menghentikan pendarahan," kata Landolina.
VetiGel memang belum sampai tahap percobaan klinis untuk manusia, namun uji laboratorium pada tikus menunjukkan hasil yang memuaskan.
(vit/vit)











































