Mengaku Berkepribadian Ganda, Ayah Aniaya Bayinya Hingga Babak Belur

Mengaku Berkepribadian Ganda, Ayah Aniaya Bayinya Hingga Babak Belur

- detikHealth
Rabu, 26 Nov 2014 18:31 WIB
Mengaku Berkepribadian Ganda, Ayah Aniaya Bayinya Hingga Babak Belur
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
London - Pengadilan Swansea di Inggris pada Selasa (25/11/2014) mengadili kasus seorang ayah yang mematahkan leher dan merusak tulang punggung putrinya yang masih bayi. Ia diduga mengguncangkan dengan keras, mengayunkan, serta menduduki tubuh putrinya.

Bayi perempuan tersebut dilarikan ke rumah sakit pada bulan Januari 2014 setelah dirinya lemas tidak sadarkan diri. Sang ayah yang masih berusia 20 tahun mendeskripsikan dirinya sebagai 'monster' dan mengaku tidak sengaja melakukan hal tersebut.

Dokter di salah satu rumah sakit di Cardiff melakukan pemeriksaan sinar X kepada bayi dan menemukan lima tulang rusuk yang remuk dan kerusakan di beberapa tempat lain. Spesialis anak dari daerah Cardiff, Dr Paul Davies, bersaksi di pengadilan bahwa cedera yang dialami anak disebabkan oleh penggunaan tenaga yang disengaja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jaksa penuntut Catherine Richards mengatakan sang ayah mendeskripsikan dirinya seperti karakter Jekyll dan Hyde, individu yang memiliki dua kepribadian berbeda di mana satu lemah lembut dan satu lagi seperti monster. Ia juga mengaku mengasuh anak dalam keadaan tertekan.

"Pada dunia luar ia menunjukkan dirinya sebagai ayah yang penuh kasih dan peduli," ujar Richards seperti dikutip dari BBC, Selasa (26/11/2014).

Namun di dalam, sang ayah yang namanya dirahasiakan oleh hukum melakukan hal-hal yang sulit dicerna akal pikiran kepada anaknya seperti dikatakan Richards.

"Dia memperlakukan anaknya seperti boneka plastik dan semua itu ia lakukan sambil mengenakan topeng wajah penuh kasih sayang," tambah Richards.

Sampai saat ini pria tersebut masih belum mendapatkan keputusan hukuman. Proses pengadilan masih berjalan dan sang anak kini berada di bawah pengawasan otoritas lokal.

(vit/vit)

Berita Terkait