Yuk Curhat, Terapi Bicara Bisa Kurangi Risiko Bunuh Diri

Yuk Curhat, Terapi Bicara Bisa Kurangi Risiko Bunuh Diri

- detikHealth
Kamis, 27 Nov 2014 11:35 WIB
Yuk Curhat, Terapi Bicara Bisa Kurangi Risiko Bunuh Diri
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Para peneliti dari John Hopkins University, Amerika Serikat, melacak lebih dari 5.000 orang di Denmark yang telah mencoba bunuh diri dan kemudian diberikan konseling. Peneliti mencoba melihat apakah sesi terapi bicara dapat mengurangi kecenderungan bunuh diri kembali pada orang-orang tersebut.

Terapi bicara dilakukan dengan tujuan untuk memberikan waktu dan tempat kepada orang-orang membicarakan permasalahannya dengan ahli. Mereka mengikuti rata-rata 6 sampai 10 sesi terapi bicara.

Sekitar 5.000 orang yang mengikuti terapi tersebut kemudian dibandingkan dengan 17.000 orang yang juga telah mencoba bunuh diri tetapi tidak mengikuti terapi. Setelah diamati selama lima tahun, ada penurunan angka bunuh diri sebesar 26 persen pada kelompok yang menerima terapi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Temuan kami memberikan dasar yang kokoh untuk merekomendasikan bahwa jenis terapi ini dapat dipertimbangkan untuk populasi kunci yang berisiko," kata Dr Elizabeth Stuart, salah satu peneliti dari studi, seperti dikutip dari BBC pada Kamis (27/11/2014).

Peneliti lainnya Arnette Arlengsen mengatakan selama ini profesional mengerti bahwa orang pernah mencoba bunuh diri berisiko melakukannya kembali. Namun, yang jadi masalah adalah terapi apa yang cocok untuk mengatasinya masih belum jelas.

"Sekarang kami punya bukti bawah pengobatan psikososial yang memberikan dukungan, bukan obat-obatan, mampu mencegah bunuh diri dalam kelompok berisiko tinggi," tambah Arlengsen.

Studi yang telah dipublikasi di jurnal Lancet Psychiatry rencananya akan dilanjutkan dengan mengumpulkan data tentang jenis terapi apa yang bekerja paling baik bagi mereka yang berisiko bunuh diri.

(ajg/ajg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads