Terapi bicara dilakukan dengan tujuan untuk memberikan waktu dan tempat kepada orang-orang membicarakan permasalahannya dengan ahli. Mereka mengikuti rata-rata 6 sampai 10 sesi terapi bicara.
Sekitar 5.000 orang yang mengikuti terapi tersebut kemudian dibandingkan dengan 17.000 orang yang juga telah mencoba bunuh diri tetapi tidak mengikuti terapi. Setelah diamati selama lima tahun, ada penurunan angka bunuh diri sebesar 26 persen pada kelompok yang menerima terapi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti lainnya Arnette Arlengsen mengatakan selama ini profesional mengerti bahwa orang pernah mencoba bunuh diri berisiko melakukannya kembali. Namun, yang jadi masalah adalah terapi apa yang cocok untuk mengatasinya masih belum jelas.
"Sekarang kami punya bukti bawah pengobatan psikososial yang memberikan dukungan, bukan obat-obatan, mampu mencegah bunuh diri dalam kelompok berisiko tinggi," tambah Arlengsen.
Studi yang telah dipublikasi di jurnal Lancet Psychiatry rencananya akan dilanjutkan dengan mengumpulkan data tentang jenis terapi apa yang bekerja paling baik bagi mereka yang berisiko bunuh diri.
(ajg/ajg)











































