Ya, operasi yang disebut juga sebagai 'Keyhole Surgery' ini memungkinkan sayatan lebih minimal. Ini karena bagian usus yang sakit bisa 'dihilangkan' melalui lubang alami seperti rektum. Metode ini menghindarkan pasien menerima sayatan bedah besar seperti yang sebelumnya dilakukan pada operasi konvensional.
"Dalam operasi laparoskopi konvensional, pasien biasanya mendapatkan empat sayatan kecil, masing-masing antara 5 mm sampai 2 cm. Ahli bedah juga membuat sayatan kelima, dengan panjang sekitar 4-6 cm, di mana ia menghilangkan bagian yang sakit pada usus besar," ungkap pakar bedah dari Mount Elizabeth Medical Centre, Dr Teoh Tiong Ann.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam metode operasi lubang kunci yang lebih mutakhir, Dr Teoh menjelaskan biasanya para ahli bedah akan membuang bagian usus yang sakit melalui anus. Bahkan ada yang melakukan pengangkatan tumor melalui vagina.
Meskipun demikian, tidak semua orang merupakan pasien yang cocok untuk metode ini. Pasien yang cocok adalah mereka yang memiliki tumor pada sisi kiri usus besar karena dekat dengan rektum dan anus. Selain itu, metode ini juga cocok dilakukan pada pasien yang perlu menjalani pengangkatan total kanker pada usus besarnya.
"Prinsip utama metode ini adalah safety alias keamanan. Karena itu, pasien secara hati-hati dipilih untuk bisa menjalani prosedur ini," imbuhnya.











































