Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek, SpM(K) mengunjungi Lembaga Permasyarakatan Narkotika siang tadi. Usai kunjungan, Menkes mengaku sedih melihat banyaknya anak muda yang terjerumus menjadi pengguna narkotik dan zat psikotropika (napza)
"Di lapas tadi banyak anak muda yang pengguna napza. Mereka itu kan anak-anak muda yang punya potensi, tapi potensinya terbuang, sayang kan," tutur Menkes dengan raut muka sedih, ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/12/2014).
‎Dikatakan Menkes Nila bahwa anak muda Indonesia seharusnya menjadi generasi penerus yang dapat memajukan bangsa dan negara. Namun, impian itu akan pupus ketika anak muda terjerumus menjadi pengguna napza.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan coba-coba deh ya untuk anak muda. Karena napza itu kan addict. Nanti setelah mencoba malah jadi pengguna, lalu ditipu para pengedar untuk jadi pengedar juga," tambahnya lagi.
Karena itu, pencegahan sejak awal harus dilakukan. Mulai dari keluarga, pendidikan dan lingkungan anak harus memberikan contoh yang baik, sehingga anak tidak tertarik menggunakan napza.
Namun jika sudah terlanjur mencoba, Menkes Nila mengatakan bahwa rehabilitasi adalah jalan utama. Menurutnya, harus ada perbedaan antara pengguna coba-coba, pecandu dan pengedar.
Jika digabung, Menkes mengkhawatirkan bahwa pengguna Napza yang awalnya hanya coba-coba akan menjadi pecandu. Hal ini terbukti dari peningkatan angka kasus penyalahgunaan narkoba dan jumlah tahanan yang mengidap HIV-AIDS.
"Memang naik kasusnya. Karena itu harus kita cegah. Jadi jangan dicampur antara pengedar dan pengguna coba-coba. Yang coba-coba harusnya direhab, Kemenkes akan bantu," pungkasnya.
(mrs/vit)











































