Selama setahun terakhir jumlah kasus baru infeksi HIV kini lebih rendah dari jumlah orang dengan HIV yang menjalani pengobatan untuk memperpanjang hidupnya.
Akan tetapi meski salah satu patokan terhadap pengendalian HIV telah terpenuhi, ONE mengingatkan bukan berarti ancaman HIV berkembang menjadi immunodeficiency syndrome (AIDS) berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HIV yang menyebabkan AIDS dapat ditularkan lewat darah dan air mani. Tidak ada obat penyembuh untuk infeksi ini, tetapi AIDS dapat dicegah selama bertahun-tahun dan penyebaran dapat dibatasi dengan campuran obat antiretroviral (ARV).
Obat ini yang menjadi kunci keberhasilan penanggulangan HIV-AIDS. Lembaga bantuan dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), UNAIDS, mengatakan pada Juni 2014 obat ARV berhasil diakses oleh 13,6 juta orang dengan HIV. Jumlah tersebut merupakan lompatan besar dibandingkan dengan 5 juta orang yang menerima ARV di tahun 2010.
"Meski ini kabar baik, kita tidak boleh bersenang-senang dengan kemenangan terlebih dahulu," ujar Hohlfelder.
Hohlfelder mengatakan beberapa ancaman dapat menghambat kemajuan yang telah diraih. Contohnya setiap tahun dunia kekurangan dana sampai 3 triliun dolar untuk mengendalikan HIV.
"Kami ingin melihat pendanaan baru yang lebih berani, termasuk pada anggaran dalam negeri Afrika," tambah Hohlfelder.
Afrika menjadi perhatian khusus karena hampir 70 persen kasus HIV di dunia terjadi di daerah sub-Sahara Afrika.
(vit/vit)










































