Ada Tanda HIV Mulai Bisa Dikendalikan, Tapi Dunia Harus Tetap Waspada

Hari AIDS Sedunia

Ada Tanda HIV Mulai Bisa Dikendalikan, Tapi Dunia Harus Tetap Waspada

- detikHealth
Senin, 01 Des 2014 16:36 WIB
Ada Tanda HIV Mulai Bisa Dikendalikan, Tapi Dunia Harus Tetap Waspada
Foto: Reuters
Jakarta - Lembaga advokasi masyarakat di Amerika Serikat, ONE, mengatakan perjuangan melawan penyakit human immunodeficiency virus (HIV) telah mencapai puncaknya. Selama 30 tahun terakhir berbagai lembaga kesehatan berusaha menekan pandemi HIV dan kini ada tanda-tanda HIV mulai berhasil dikendalikan.

Selama setahun terakhir jumlah kasus baru infeksi HIV kini lebih rendah dari jumlah orang dengan HIV yang menjalani pengobatan untuk memperpanjang hidupnya.

Akan tetapi meski salah satu patokan terhadap pengendalian HIV telah terpenuhi, ONE mengingatkan bukan berarti ancaman HIV berkembang menjadi immunodeficiency syndrome (AIDS) berakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita telah melewati ujung dari perjuangan kita melawan AIDS dalam skala global. Akan tetapi tidak semua negara berhasil melewatinya, dan keunggulan yang telah kita peroleh ini dapat terulur atau berbalik," ujar Direktur Kebijakan Kesehatan Global ONE, Erin Hohlfelder, seperti dikutip dari Reuters pada Senin (1/12/2014).

HIV yang menyebabkan AIDS dapat ditularkan lewat darah dan air mani. Tidak ada obat penyembuh untuk infeksi ini, tetapi AIDS dapat dicegah selama bertahun-tahun dan penyebaran dapat dibatasi dengan campuran obat antiretroviral (ARV).

Obat ini yang menjadi kunci keberhasilan penanggulangan HIV-AIDS. Lembaga bantuan dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), UNAIDS, mengatakan pada Juni 2014 obat ARV berhasil diakses oleh 13,6 juta orang dengan HIV. Jumlah tersebut merupakan lompatan besar dibandingkan dengan 5 juta orang yang menerima ARV di tahun 2010.

"Meski ini kabar baik, kita tidak boleh bersenang-senang dengan kemenangan terlebih dahulu," ujar Hohlfelder.

Hohlfelder mengatakan beberapa ancaman dapat menghambat kemajuan yang telah diraih. Contohnya setiap tahun dunia kekurangan dana sampai 3 triliun dolar untuk mengendalikan HIV.

"Kami ingin melihat pendanaan baru yang lebih berani, termasuk pada anggaran dalam negeri Afrika," tambah Hohlfelder.

Afrika menjadi perhatian khusus karena hampir 70 persen kasus HIV di dunia terjadi di daerah sub-Sahara Afrika.

(vit/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads