Saat Nila melakukan kunjungan kerja ke BPJS Bengkulu, ia menerima laporan bahwa beberapa peserta BPJS mengalami kemacetan pembayaran iurannya. Beberapa peserta mandiri hanya mendaftar dan membayar iuran saat sakit dan berhenti sesudahnya.
"Sering orang mampu daftar BPJS pas sakit, begitu sehat dia sudah enggak mau keluar bayar iuran lagi, itu kan curang dong. Jadi ini naruni kita harus dipanggil, mau enggak kita saling membantu," kata Nila di BPJS Bengkulu dan ditulis pada Rabu (2/12/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iuran mandiri macet itu selalu jadi masalah. Saya kira kalau enggak bayar ya mesti ada punishment-nya seperti kartunya dinonaktifkan misalnya, biar kalau sakit kapok," tambah Nila.
Nila mengatakan BPJS menggunakan semangat gotong royong di mana orang sehat merawat orang sakit. Jika semua orang hanya mau ikut serta saat sakit maka tentu BPJS akan kesulitan dan dampaknya bisa membebani anggaran negara.
"Harus kita sosialisasikan ini gotong royong, jangan waktu sakit saja baru daftar BPJS. Okelah kalau dia baru daftar saat sakit, tapi seterusnya bayar dong," tutup Nila.
(vit/vit)











































