Studi Tunjukkan Proses Evolusi Bikin HIV Makin Melemah

Studi Tunjukkan Proses Evolusi Bikin HIV Makin Melemah

- detikHealth
Kamis, 04 Des 2014 10:31 WIB
Studi Tunjukkan Proses Evolusi Bikin HIV Makin Melemah
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Human immunodeficiency virus (HIV) penyebab immunodeficiency syndrome (AIDS) yang telah membunuh jutaan orang di dunia dikatakan oleh peneliti dari Univeristy of Oxford menunjukkan tanda-tanda melemah. Menurut studi, HIV berevolusi semakin menjadi kurang mematikan dan kurang menular.

Hal tersebut dikatakan para peneliti terjadi karena HIV menyerang imunitas tubuh seseorang dan perlahan kehilangan keefektifannya saat virus berusaha beradaptasi. Lebih dari 35 juta orang di dunia memiliki HIV di dalam tubuhnya terjadi pertempuran antara imunitas tubuh dan virus. Dalam upayanya menyerang imunitas tubuh, HIV secara mudah dan cepat bermutasi untuk beradaptasi.

Akan tetapi, terkadang HIV menginfeksi seseorang dengan imunitas tubuh khusus yang efektif dan kesulitan untuk berkembang. Hal yang juga terjadi pada kasus wabah Ebola di mana beberapa orang tertentu dengan antibodi yang efektif mampu sembuh dari infeksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu virus terperangkap di tempat yang keras. Dia bisa dimusnahkan atau berubah agar bisa bertahan hidup, dan jika memang virus kemudian berubah maka ada harga yang harus dibayar," ujar salah satu peneliti dari University of Oxford, Profesor Philip Goulder, seperti dikutip dari BBC pada Kamis (4/12/2014).

Konsekuensi yang harus dibayar HIV saat menginfeksi orang dengan imunitas tubuh yang efektif adalah semakin berkurangnya kemampuan untuk mereplikasi. Ini kemudian membuat virus menjadi semakin kurang mematikan dan butuh waktu lebih lama sampai virus bisa menyebabkan AIDS. Virus yang melemah tersebut kemudian menyebar ke orang lain dan akhirnya siklus virus yang lebih lemah dimulai.

"Ini memang menarik. Anda dapat melihat kemampuan virus untuk mereplikasi 10 persen lebih rendah di Botswana daripada virus yang ada di Afrika Selatan," kata Goulder membandingkan HIV di Botswana yang lebih dulu muncul beberapa dekade sebelum ada di Afrika Selatan.

Obat antiretroviral (ARV) yang kini juga tengah digalakkan pemberiannya oleh lembaga-lembaga kesehatan dunia dikatakan oleh Goulder semakin membuat HIV melemah. ARV ditujukan untuk menargetkan HIV yang ganas dan membuatnya semakin jinak.

"Jika dulu AIDS akan berkembang setelah 10 tahun infeksi, kini dalam 10 tahun terakhir virus butuh waktu sampai 12,5 tahun. Semacam perubahan yang bertahap tapi dalam gambaran besar ini adalah perubahan yang cepat. Bayangkan saat waktu yang dibutuhkan semakin memanjang, orang-orang mungkin tidak akan menunjukkan gejala sampai puluhan tahun," tutup Goulder.

(up/up)

Berita Terkait