dr U.R. Firdaus, dokter jaga UGD di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Selatan mengungkap, tenaga dokter di puskesmas sudah mendapat pelatihan Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) khusus jantung. Pelatihan ini merupakan kerja sama dengan RS Jantung Harapan Kita.
"Pasien yang datang dengan nyeri dada yang akan dilakukan pemeriksaan rekam riwayat jantungnya menggunakan alat EKG, setelah itu kami akan mengirim fotonya ke RS Harapan Kita dan menelepon SPGDT untuk mengetahui apakah pasien akan di rujuk ke RS yang dapat menangani jantung atau cukup dikonsultasikan ke poli jantung di rumah sakit terdekat," papar dr U.R. Firdaus, Kamis (4/12/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, pasien yang datang ke puskesmas akan ditanyakan kapan awal mula terjadinya gejala nyeri yang misalnya dikeluhkaan saat aktivitas.
"Apakah nyeri tersebut berlangsung lama, tambah hebat, ada penjalaran di daerah organ lain misalnya bahu dan leher, rasa nyeri seperti terhimpit, dan seperti tertimpa beban berat," papar dr Firdaus.
Penanganan Kegawatdaruratan Jantung Dasar di Puskesmas ini meliputi pemeriksaan rekam jantung memakai alat EKG di 12 sadapan pada bagian jantung atas, bawah, samping jantung, setelah itu Puskesmas juga akan memberikan obat yang berguna untuk mencairkan bagian jantung yang tersumbat.
Tindakan yang pertama ialah diberi oksigen untuk menjaga sirkulasi udara ke seluruh tubuh, dan pemasangan kateter pada bagian yang tersumbat juga dilakukan untuk melapangkan sumbatan yang ada di jantung.
"Bagian yang tersumbat tadi dihancurkan, dilonggarkan kateternya supaya darahnya lancar lagi dan mencegah agar bagian yang tersumbat tidak lagi tersumbat," papar dr Firdaus.
(up/up)











































