"Nikah dini di Kalsel tertinggi di Indonesia, sedangkan melahirkan di usia remaja tertinggi kedua setelah Kalbar," kata Endang Murniati, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Kalimantan Selatan, ditemui di Banjarmasin, Jumat (5/12/2014).
Diakui oleh Endang, faktor budaya membuat tradisi nikah di usia belia sulit ditinggalkan. Di beberapa tempat, lebih cepat menikah dianggap lebih baik karena tidak lagi menjadi beban keluarga. Faktor lainnya adalah akses pendidikan yang dinilai masih sangat terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kalangan anak sekolah, BKKBN Kalsel juga membentuk pusat informasi dan kelompok-kelompok konselor sebaya. Begitu juga di kampus-kampus perguruan tinggi, sebab informasi dari teman sebaya dianggap lebih diterima daripada saat disampaikan oleh orang tua maupun pejabat.
Menikah dan mempunyai anak di usia yang terlalu muda, menurut berbagai penelitian bisa meningkatkan risiko komplikasi saat hamil dan melahirkan. Tingginya angka kematian ibu dan bayi berhubungan erat dengan tinggi rendahnya usia menikah.
(up/ajg)











































