Begini Bentuk Integrasi Pelayanan TB-HIV di Puskesmas Tebet

Melihat Puskesmas Lebih Dekat

Begini Bentuk Integrasi Pelayanan TB-HIV di Puskesmas Tebet

- detikHealth
Senin, 08 Des 2014 12:46 WIB
Begini Bentuk Integrasi Pelayanan TB-HIV di Puskesmas Tebet
Foto: Reza/detikHealth
Jakarta - Tuberkolusis (TB) menjadi penyakit opurtunis atau penyakit penyerta yang paling sering dialami oleh pengidap Human Imunodeficiency Virus (HIV). Data WHO mengatakan bahwa dari 9 juta pengidap TB baru di tahun 2013, 1,1 juta di antaranya merupakan pengidap HIV.

Untuk itu pemerintah sudah melakukan penanganan, antara lain dengan menyatukan pelayanan pengobatan pasien TB positif dengan tes HIV dalam satu paket. Pelayanan integrasi TB-HIV tersebut juga bisa didapatkan di Puskesmas Kecamatan Tebet.

"Dengan adanya PICT (Provider Initiative Counseling and Test) kita integrasikan pelayanan TB dan HIV. Jadi pasien TB Positif kita anjurkan juga untuk melakukan tes HIV, gratis," tutur dr Elizabeth Ratnawati dari Puskesmas Tebet kepada detikHealth, dan ditulis Senin (8/12/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan dr Elizabeth bahwa dulu, tes HIV bagi pasien TB positif hanya dianjurkan kepada para pasien yang termasuk kelompok risiko. Dokter yang memberikan pelayanan akan menilai apakah pasien termasuk kelompok risiko dengan memperhatikan beberapa hal seperti pekerjaan, gaya hidup dan kondisi kesehatan pasien.

"Jadi pasien TB positif kita lihat, misalnya pekerjaannya supir antar kota jarak jauh, pengguna narkoba, bertato itu kita suruh tes HIV juga. Lalu misalnya pasien TB positif batuknya nggak hilang-hilang padahal sudah pengobatan tapi berat badan nggak berkurang, itu kita anjurkan tes juga," tambahnya lagi.

Namun dengan adanya integrasi pelayanan, dokter tak perlu lagi memperkirakan faktor risiko pasien. Dikatakan dr Elizabeth bahwa seluruh pasien TB positif akan dianjurkan untuk melakukan tes HIV.

Masalahnya, tak semua pasien memang langsung setuju untuk di tes. Untuk itu, poli pelayanan paru bekerja sama juga dengan poli pelayanan konsultasi kesehatan jiwa yang menaungi pula konsultasi bagi pasien HIV. Pasien yang menolak di tes akan dikonsultasikan kepada dokter pelayanan konsultasi untuk diberikan pengertian.

"Konsultasinya juga bukan hanya soal manfaat tesnya, tapi keseluruhan. Ketika hasilnya sudah keluar, dikonsultasikan juga ke pasien, minum obat juga, jadi tujuannya biar pasien nggak takut atau salah jalan dan jadinya putus asa," tambahnya.

Data Puskesmas Tebet per November 2014 mengatakan bahwa dari 216 pasien TB positif yang terdaftar, 5 di antaranya mengidap HIV. 2 Orang masih menjadi pasien rutin alias melakukan konsultasi dan pengambilan setiap bulan, 1 sedang menjalani rehabilitasi, dan 1 orang sudah pindah ke luar kota. Sisa 1 orang lagi dikatakan dr Elizabeth masih menjalani konsultasi soal pengobatan Anti Retroviral.

Data yang lengkap ini menunjukkan Puskesmas Tebet mempunyai tanggung jawab yang besar kepada daerahnya. Bahkan menurut dr Elizabeth, pasien pengobatan yang tidak berobat lebih dari 3 hari dari hari yang dijadwalkan akan langsung dihubungi oleh pihak puskesmas.

(mrs/vit)

Berita Terkait