Jual Foto USG yang Sama ke Pelanggan, Wanita Australia Dituding Menipu

Jual Foto USG yang Sama ke Pelanggan, Wanita Australia Dituding Menipu

- detikHealth
Selasa, 09 Des 2014 13:02 WIB
Jual Foto USG yang Sama ke Pelanggan, Wanita Australia Dituding Menipu
Foto: ABC Australia
Bunbury, Australia - Banyak ibu hamil sangat senang menyimpan foto hasil ultrasonography (USG) buah hatinya dalam kandungan. Terlebih kini dengan teknologi USG 4 dimensi, foto terlihat lebih jelas dan makin banyak diminati. Banyaknya peminat foto ini rupanya dimanfaatkan oleh seorang wanita di Australia untuk meraup keuntungan dengan cara curang.

Wanita pemilik usaha foto USG 4D "Amazing 4D Imagining" yang diketahui berasal dari Australia Barat, kota Bunbury, kini tengah menghadapi banyak tuduhan penipuan setelah pelanggannya curiga dari hasil foto. Beberapa ibu menyadari bahwa mereka menerima hasil foto yang sama setelah mereka berbagi gambar lewat sosial media Facebook.

Wanita yang namanya tidak diketahui tersebut dituduh menyediakan wanita hamil foto palsu bayi yang sebelumnya telah ia download dari internet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Departemen Perdagangan Australia mengaku banyak komplain resmi terkait kasus ini telah dilayangkan. "Kami memiliki hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. 76 komplain ditulis dalam kaitannya dengan isu tersebut," ujar Debbie Butler dari bagian Perlindungan Konsumen, Departemen Perdegangan Australia, dikutip dari ABC Australia pada Selasa (9/12/2014).

Butler mengatakan banyaknya komplain yang masuk di kantor cabang Bunbury bahkan membuat kantor pusat harus mengirimkan 3 staf ekstra untuk mengatasinya.

"Bagi kami ini adalah suatu kejadian yang besar dan ini semua berasal dari tuduhan untuk representasi palsu dan menyesatkan," tambah Butler.

Salah satu pelanggan dari tempat tersebut, Catherine Osment, mengatakan bahwa dirinya telah membayar untuk DVD dan foto USG bayinya. Namun saat foto yang berjumlah 8 buah diterima, ia langsung menyadari bahwa gambar tersebut bukan anaknya karena tiap foto berbeda.

"Saya langsung tahu bahwa mereka palsu segera setelah membukanya dan ini membuat saya merasa muak," ujar Osment.

Osment juga menambahkan bahwa setelah pencarian lebih lanjut, gambar yang sama ia temukan pada mesin pencari Google di internet.

Kasus ini dilaporkan akan mulai maju di pengadilan Bunbury pada 12 Januari 2015.

(vit/vit)

Berita Terkait