Menurut Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI), Prof Dr dr Siti Setiati, SpPD-KGer, kesehatan lansia seringnya justru dianggap tak penting. Masyarakat malah menganggap penyakit yang muncul pada masa tua adalah hal yang biasa dan tak bisa dicegah.
"Kenapa kesehatan lansia penting? Sebab biasanya memang mereka yang usia lanjut penyakitnya banyak, tidak cuma satu. Ada lho orang tua yang mengalami diabetes, hipertensi, kolesterolnya tinggi juga, dibarengi juga dengan infeksi," tutur Prof Siti, dalam seminar media 'Waspadai Bahaya Herpes Zoster pada Mata', yang diadakan di Gedung Landmark, Jl Jend Sudirman, Jakarta, seperti ditulis Kamis (11/12/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sisi lain, makin tua usia seseorang organnya makin turun juga fungsinya termasuk fungsi ginjal. Padahal obat-obat yang dikonsumsi keluarnya dari ginjal. Ini makanya kalau orang tua sudah sakit, susah sembuhnya. Kalau orang muda sembuhnya bisa dalam waktu seminggu, maka orang tua sebulan saja bisa belum sembuh," lanjut dokter yang berpraktik di RSCM ini.
Alasan utama mengapa orang yang berusia tua menjadi lebih rentan terkena penyakit disampaikan oleh Prof Siti adalah penurunan daya tahan tubuhnya. Kondisi ini berlanjut pada mudahnya lansia tersebut 'diserang' berbagai virus dan bakteri penyakit.
"Diagnosis dan terapinya juga sering terlambat karena gejalanya tidak muncul dengan jelas. Misalnya lansia kena pneumonia tapi tidak demam dan batuk, ada juga yang seperti ini," imbuhnya.
Di antara berbagai macam jenis infeksi yang bisa dialami oleh lansia, Prof Siti menyebutkan ada lima jenis infeksi yang paling sering terjadi. Yaitu infeksi saluran kemih (biasanya dari pemakaian kateter urine pada lansia), infeksi kulit (termasuk dari Herpes Zoster dan ulkus dekubitus), pneumonia, influenza dan infeksi saluran cerna.
(ajg/up)











































