Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr Dien Emawati, MKes mengatakan bahwa rata-rata Puskesmas mempunyai jumlah pengunjung 500-800 orang dalam sehari. Jika tak diubah jadi RS, dikhawatirkan adanya penurunan pelayanan di Puskesmas tersebut karena kurangnya sumber daya manusia dan fasilitas.
"Puskesmas kecamatan itu pasiennya 500-800 per hari, di beberapa tempat seperti Koja dan Tambora itu malah kadang bisa 1.000 karena termasuk daerah padat penduduk. Sementara Puskesmasnya sudah maksimal, makanya dinaikkan jadi RS supaya bisa tambah dokter dan kamar rawat inapnya," tutur dr Dien kepada detikHealth, ketika ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Jl Kesehatan no 10, Jakarta Pusat dan ditulis Jumat (12/12/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data yang dimiliki Dinkes DKI mengatakan bahwa ada 3,9 juta penduduk DKI yang terdaftar sebagai peserta JKN. Jika menggunakan rumus 1 tempat tidur untuk 1.000 orang, maka dibutuhkan 3.900 tempat tidur untuk pasien.
Sementara itu saat ini, baru ada sekitar 2.200 tempat tidur yang tersedia dari seluruh rumah sakit di Jakarta. Sehingga, masih ada 1.700 tempat tidur lagi yang harus disediakan oleh Pemerintah guna mencukupi kebutuhan 3.900 tempat tidur bagi pasien perserta JKN.
"Nah yang kurang 1.700 ini nantinya diharapkan terpenuhi dengan adanya 18 Puskesmas Kecamatan yang jadi RS tipe D tadi, ditambah dengan RS Pasar Minggu yang sedang dibangun," pungkasnya.
(rsm/up)











































