Deretan Ibu Muda yang Tak Merasa Hamil Tapi Tiba-tiba Melahirkan

Deretan Ibu Muda yang Tak Merasa Hamil Tapi Tiba-tiba Melahirkan

- detikHealth
Jumat, 12 Des 2014 11:04 WIB
Deretan Ibu Muda yang Tak Merasa Hamil Tapi Tiba-tiba Melahirkan
Jakarta - Gejala kehamilan seringkali sulit ditutupi, terutama perut yang membesar atau setidaknya sang ibu merasakan mual maupun ngidam. Lantas bagaimana jadinya bila ada wanita yang tidak merasa hamil tapi tahu-tahu melahirkan?

Seperti halnya yang dialami kelima wanita ini. Mereka tidak memperlihatkan gejala hamil sama sekali. Beberapa di antaranya hanya mengeluh kram atau sakit perut. Sesampainya di klinik atau rumah sakit, mereka dibuat kaget karena tahu-tahu melahirkan seorang bayi.

Berikut kelima wanita tersebut, seperti halnya dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Jumat (12/12/2014).

1. Nadia Watson

Nadia saat itu berada di rumah kekasihnya, Lewis McSweeney (22) di Somerset, Inggris. Saat enak-enakan tidur, ia terbangun di tengah malam karena perutnya terasa kram. Dikira haid, Nadia ternyata melahirkan seorang bayi.

Dalam prosesnya, wanita berumur 22 tahun itu menjerit kesakitan selama lebih dari 1 jam. Ia sama sekali tak mendapat bantuan dari siapapun, sebab Lewis sedang tertidur lelap.

Bahkan sampai sang bayi lahir, Lewis tetap tak terbangun dari tidurnya. Yang mendengar jeritan Nadia hanya tetangga Lewis yang kemudian memanggilkan ambulans. Beberapa menit kemudian mobil polisi dan ambulans tiba dan mulai membantu pemulihan Nadia dan si bayi. Saat itulah Lewis baru kemudian terbangun dan terkejut akan keramaian di rumahnya.

"Ini sangat mengejutkan karena saya tidak menyangka sedang hamil. Saya masih mengalami menstruasi secara teratur dan berat badan saya tidak naik secara drastis," ujar Nadia.

Bayi yang dilahirkan Nadia berjenis kelamin perempuan, dan diberi nama Poppy. Poppy lahir dalam keadaan sehat dengan bobot sekitar 3 kg.

2. Shelby Magnani

Shelby mengeluh kepada tunangannya, James Croskey jika perutnya sakit. Namun betapa kagetnya gadis asal Iowa ini ketika akhirnya menemui dokter. "Saya merasa ada nyeri yang amat hebat di perut bagian kiri saya. Setelah menemui dokter, ia bilang kemungkinan saya sedang hamil," ungkapnya.

Sang dokter juga mengatakan kemungkinan Magnani sedang hamil dengan usia kandungan 6 bulan. Bahkan setelah diperiksa dengan USG, Shelby makin kaget karena diberitahu bahwa bayi yang dikandungnya kembar. Begitu juga dengan sang tunangan.

Syok belum reda, Shelby diminta segera menjalani operasi caesar beberapa jam setelahnya karena ia mengandung kondisi kembar monoamniotik pada bayinya. Kondisi ini cukup berisiko karena kedua bayi berbagi kantung ketuban dan plasenta yang sama.

Beruntung keduanya lahir dengan selamat. Berjenis kelamin perempuan, bayi-bayi Shelby pun diberi nama Ava dan Ana. Meskipun begitu, keduanya harus menghabiskan waktu beberapa pekan terlebih dahulu di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Mercy Hospital Medical Center, Des Moines, sebelum diperbolehkan untuk pulang.

3. Clare Evans

Pagi itu Clare mengeluh perutnya tiba-tiba merasakan nyeri hebat. Ia pun menelepon klinik setempat dan dokter di seberang telepon memintanya datang ke klinik untuk menjalani tes urin. Wanita berumur 24 tahun itu diduga terkena infeksi ginjal.
 
"Anehnya saat saya mau buang air kecil di toilet, ada yang terasa aneh. Rupanya saya mengalami pecah ketuban," ungkapnya.

Masih dalam keadaan syok karena ternyata tengah mengandung, Clare pun langsung dilarikan ke ruang perawatan. Setelah diperiksa, dokter mengaku sempat melihat ada kepala bayi yang muncul, bahkan Clare dinyatakan sudah mengalami pembukaan sebesar 9 cm.

Tak sempat dibawa ke rumah sakit, saat itu juga Clare menjalani persalinan dibantu oleh dokter dan perawat yang ada di klinik. Proses persalinan hanya berjalan selama 30 menit saja.
 
Bayi perempuan Clare memiliki berat 2,7 kg dan diberi nama Erin Louise Roberts. Keduanya kemudian diantar oleh staf klinik setempat dan kekasihnya ke Newport's Royal Gwent Hospital dengan mobil ambulans untuk diperiksa. Beruntung, baik Evans maupun bayinya dinyatakan sehat.

4. Gemma Armstrong

Gemma mengira perutnya sakit karena keracunan makanan yang ia masak sendiri kemarin malam. Sepulangnya dari kantor, Gemma pun masuk ke toilet. Namun tiba-tiba Gemma terdengar merintih kesakitan dan berteriak minta bantuan.

Saat itulah ibu sang kekasih menyadari bila calon menantunya akan melahirkan. Malam itu juga, Gemma pun melahirkan seorang bayi di dalam toilet rumah kekasihnya di Ross-Shire, Skotlandia.
 
Dibantu oleh ibu dan kakak kekasihnya, Armstrong pun berhasil melahirkan bayi perempuan sehat yang diberi nama Orla. Setelah sekitar dua jam berjuang bersama, tim paramedis tiba dan membantu Armstrong. Ia dan bayinya yang lahir dengan berat badan 3,4 kg ini kemudian dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.

Beruntung keduanya berada dalam kondisi yang baik-baik saja dan diperbolehkan pulang dua hari kemudian. Mendengar kabar itu, kekasih Gemma yang saat kejadian sedang dinas ke luar kota pun segera mencari penerbangan agar bisa pulang secepatnya.
 
"Kebetulan saya memasak sesuatu pada malam sebelumnya dan saya pikir nyeri di perut yang kala itu muncul adalah karena saya mengalami keracunan makanan. Tapi saat ke toilet, saya baru sadar ternyata saya akan melahirkan," ungkap Armstrong.

Wanita berumur 19 tahun itu sama sekali tak menyangka bila dirinya tengah hamil karena ia tidak merasakan gejala kehamilan, bahkan perutnya pun tidak membesar seperti halnya calon ibu lainnya.

5. Karolane Baillargeon

Minggu lalu Karolane mendatangi St Eustache Hospital di Quebec. "Saya merasakan kram hebat di perut, jadi saya datang ke rumah sakit. Disitulah mereka memberitahu saya bahwa kram itu adalah kontraksi," tutur Karolane.

Yang tak kalah mengejutkan, usia kandungan Karolane telah memasuki 39 minggu. Jadi sesampainya di rumah sakit, ia langsung dilarikan ke ruang emergensi, masih dalam keadaan syok. Beberapa jam kemudian ia pun melahirkan bayi perempuan seberat 3,4 kg.

Karolane sama sekali tak menyangka bila ia sedang mengandung. Wanita berumur 25 tahun itu mengaku belakangan berat badannya memang bertambah, ia menghitung kira-kira sebanyak 9 kg. Tapi ia mengira itu karena mengonsumsi kontrasepsi oral.

"Lagipula saya dan suami memang malas berolahraga dan kami tidak makan teratur, makanya berat badannya bertambah," katanya.

Dokter yang menangani Karolane kemudian menjelaskan posisi bayi Karolane memang lebih menjorok ke punggung ibunya, sehingga perut wanita ini tidak menonjol ke depan seperti kebanyakan ibu hamil.
Halaman 2 dari 6
Nadia saat itu berada di rumah kekasihnya, Lewis McSweeney (22) di Somerset, Inggris. Saat enak-enakan tidur, ia terbangun di tengah malam karena perutnya terasa kram. Dikira haid, Nadia ternyata melahirkan seorang bayi.

Dalam prosesnya, wanita berumur 22 tahun itu menjerit kesakitan selama lebih dari 1 jam. Ia sama sekali tak mendapat bantuan dari siapapun, sebab Lewis sedang tertidur lelap.

Bahkan sampai sang bayi lahir, Lewis tetap tak terbangun dari tidurnya. Yang mendengar jeritan Nadia hanya tetangga Lewis yang kemudian memanggilkan ambulans. Beberapa menit kemudian mobil polisi dan ambulans tiba dan mulai membantu pemulihan Nadia dan si bayi. Saat itulah Lewis baru kemudian terbangun dan terkejut akan keramaian di rumahnya.

"Ini sangat mengejutkan karena saya tidak menyangka sedang hamil. Saya masih mengalami menstruasi secara teratur dan berat badan saya tidak naik secara drastis," ujar Nadia.

Bayi yang dilahirkan Nadia berjenis kelamin perempuan, dan diberi nama Poppy. Poppy lahir dalam keadaan sehat dengan bobot sekitar 3 kg.

Shelby mengeluh kepada tunangannya, James Croskey jika perutnya sakit. Namun betapa kagetnya gadis asal Iowa ini ketika akhirnya menemui dokter. "Saya merasa ada nyeri yang amat hebat di perut bagian kiri saya. Setelah menemui dokter, ia bilang kemungkinan saya sedang hamil," ungkapnya.

Sang dokter juga mengatakan kemungkinan Magnani sedang hamil dengan usia kandungan 6 bulan. Bahkan setelah diperiksa dengan USG, Shelby makin kaget karena diberitahu bahwa bayi yang dikandungnya kembar. Begitu juga dengan sang tunangan.

Syok belum reda, Shelby diminta segera menjalani operasi caesar beberapa jam setelahnya karena ia mengandung kondisi kembar monoamniotik pada bayinya. Kondisi ini cukup berisiko karena kedua bayi berbagi kantung ketuban dan plasenta yang sama.

Beruntung keduanya lahir dengan selamat. Berjenis kelamin perempuan, bayi-bayi Shelby pun diberi nama Ava dan Ana. Meskipun begitu, keduanya harus menghabiskan waktu beberapa pekan terlebih dahulu di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Mercy Hospital Medical Center, Des Moines, sebelum diperbolehkan untuk pulang.

Pagi itu Clare mengeluh perutnya tiba-tiba merasakan nyeri hebat. Ia pun menelepon klinik setempat dan dokter di seberang telepon memintanya datang ke klinik untuk menjalani tes urin. Wanita berumur 24 tahun itu diduga terkena infeksi ginjal.
 
"Anehnya saat saya mau buang air kecil di toilet, ada yang terasa aneh. Rupanya saya mengalami pecah ketuban," ungkapnya.

Masih dalam keadaan syok karena ternyata tengah mengandung, Clare pun langsung dilarikan ke ruang perawatan. Setelah diperiksa, dokter mengaku sempat melihat ada kepala bayi yang muncul, bahkan Clare dinyatakan sudah mengalami pembukaan sebesar 9 cm.

Tak sempat dibawa ke rumah sakit, saat itu juga Clare menjalani persalinan dibantu oleh dokter dan perawat yang ada di klinik. Proses persalinan hanya berjalan selama 30 menit saja.
 
Bayi perempuan Clare memiliki berat 2,7 kg dan diberi nama Erin Louise Roberts. Keduanya kemudian diantar oleh staf klinik setempat dan kekasihnya ke Newport's Royal Gwent Hospital dengan mobil ambulans untuk diperiksa. Beruntung, baik Evans maupun bayinya dinyatakan sehat.

Gemma mengira perutnya sakit karena keracunan makanan yang ia masak sendiri kemarin malam. Sepulangnya dari kantor, Gemma pun masuk ke toilet. Namun tiba-tiba Gemma terdengar merintih kesakitan dan berteriak minta bantuan.

Saat itulah ibu sang kekasih menyadari bila calon menantunya akan melahirkan. Malam itu juga, Gemma pun melahirkan seorang bayi di dalam toilet rumah kekasihnya di Ross-Shire, Skotlandia.
 
Dibantu oleh ibu dan kakak kekasihnya, Armstrong pun berhasil melahirkan bayi perempuan sehat yang diberi nama Orla. Setelah sekitar dua jam berjuang bersama, tim paramedis tiba dan membantu Armstrong. Ia dan bayinya yang lahir dengan berat badan 3,4 kg ini kemudian dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.

Beruntung keduanya berada dalam kondisi yang baik-baik saja dan diperbolehkan pulang dua hari kemudian. Mendengar kabar itu, kekasih Gemma yang saat kejadian sedang dinas ke luar kota pun segera mencari penerbangan agar bisa pulang secepatnya.
 
"Kebetulan saya memasak sesuatu pada malam sebelumnya dan saya pikir nyeri di perut yang kala itu muncul adalah karena saya mengalami keracunan makanan. Tapi saat ke toilet, saya baru sadar ternyata saya akan melahirkan," ungkap Armstrong.

Wanita berumur 19 tahun itu sama sekali tak menyangka bila dirinya tengah hamil karena ia tidak merasakan gejala kehamilan, bahkan perutnya pun tidak membesar seperti halnya calon ibu lainnya.

Minggu lalu Karolane mendatangi St Eustache Hospital di Quebec. "Saya merasakan kram hebat di perut, jadi saya datang ke rumah sakit. Disitulah mereka memberitahu saya bahwa kram itu adalah kontraksi," tutur Karolane.

Yang tak kalah mengejutkan, usia kandungan Karolane telah memasuki 39 minggu. Jadi sesampainya di rumah sakit, ia langsung dilarikan ke ruang emergensi, masih dalam keadaan syok. Beberapa jam kemudian ia pun melahirkan bayi perempuan seberat 3,4 kg.

Karolane sama sekali tak menyangka bila ia sedang mengandung. Wanita berumur 25 tahun itu mengaku belakangan berat badannya memang bertambah, ia menghitung kira-kira sebanyak 9 kg. Tapi ia mengira itu karena mengonsumsi kontrasepsi oral.

"Lagipula saya dan suami memang malas berolahraga dan kami tidak makan teratur, makanya berat badannya bertambah," katanya.

Dokter yang menangani Karolane kemudian menjelaskan posisi bayi Karolane memang lebih menjorok ke punggung ibunya, sehingga perut wanita ini tidak menonjol ke depan seperti kebanyakan ibu hamil.

(lil/up)

Berita Terkait