Terapi target adalah pengobatan dengan menggunakan jenis obat tertentu untuk menghambat pertumbuhan kanker. Terapi target dengan obat anti-angiogenesis misalnya dikatakan oleh dr Ronald Hukom, SpPD, KHOM, dari RS Kanker Dharmais sangat bermanfaat menekan sel kanker tanpa efek samping yang besar seperti kemoterapi. Selain itu obat tersebut juga efektif digunakan pada pasien dengan kanker stadium lanjut yang sudah sulit diobati.
Obat bekerja dengan memutus pembuluh darah yang mengalir ke sel kanker, otomatis menghentikan suplai nutrisinya. Karena sel tidak mendapat suplai makanan maka ia tidak dapat membelah diri dan pertumbuhannya terhambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pasien dengan stadium lanjut, kemoterapi dan radiasi yang bekerja dengan membunuh sel kanker tidak efektif karena kanker sudah menyebar luas di tubuh. Namun, dengan terapi target obat anti-angiogenesis sel kanker yang menyebar luas tersebut akan berhenti.
"Saya kenal pasien yang pada tahun 2011 dia datang dengan kanker ginjal stadium 2. Setelah dioperasi dan dinyatakan bersih, akhir 2012 ternyata kankernya kambuh lagi dan langsung stadium 4. Dia harusnya enggak lebih dari 4 bulan, tapi sampai sekarang dia masih hidup. Jadi untuk kami ini jelas membawa hasil yang baik," kata dr Ronald.
dr Ronald mengatakan saat ini jenis obat anti-angiogenesis di Indonesia sudah banyak tersedia. Jika misalnya 10 tahun lalu seseorang dengan kanker stadium akhir hanya memiliki harapan hidup beberapa bulan, kini pasien tersebut dapat memperpanjang hidup bahkan sampai bertahun-tahun.
(vit/vit)











































